TNI Temukan Lahan Ganja di Perbatasan RI-PNG
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/01/tni-temukan-lahan-ganja-di-perbatasan.html
Jakarta
(satunusantara)
Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Prajurit TNI yang
tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Yonif 406/CK yang tengah melaksanakan
tugas di perbatasan RI-PNG, berhasil menemukan lahan ganja. Penemuan tersebut
diperoleh berdasarkan informasi Komandan Pos Bompay Lettu Inf Karno dari
masyarakat kampung Bompay, bahwa terdapat lahan ganja di pinggir sungai hutan
kampung Bompay, Kemudiankeesokan harinya anggota Satgas melakukan pengecekan
dan menemukan lokasi lahan ganja di Keerom, Papua.
Lokasi lahan ganja berhasil
ditemukan setelah personel Satgas Yonif 406/CK menyusuri hutan selama satu
setengah jam perjalanan. Lokasi lahan tersebut ternyata disamarkan diantara pohon tebu dipinggir anak
sungai Keerom dengan koordinat 8785 3225. Hasil yang didapat yaitu 17 batang
pohon ganja berukuran 2 s.d 3 meter dan 2 ons ganja kering.
Dalam kesempatan tersebut,
Dansatgas 406/CK Letkol Inf Aswin Kartawijaya menyampaikan bahwaseluruh jajaran
pos Satgas Yonif 406/CK memiliki tugas untuk mencegah peredaran Minuman Keras
(Miras), Narkoba dan Senjata Api serta Munisi di wilayah perbatasan RI-PNG.
Tugas tersebut dilaksanakan dengan melaksanakan sweeping, patroli maupun
mencari informasi dari masyarakat yang berkaitan dengan keberadaan Miras,
Narkoba dan Senjata Api serta Munisi.
“Kegiatan tersebut dinilai sangat efektif dilaksanakan, hal ini
terbukti pada bulan September 2015
Satgas Yonif 406/CK berhasil mengamankan senjata laras panjang dan munisi tajam
sebanyak 30 butir hasil dari kegiatan sweeping yang digelar dan sekarang Satgas
berhasil menemukan lahan ganja”, kata Letkol Inf Aswin Kartawijaya.
Lebih lanjut disampaikan Letkol Inf Aswin
Kartawijaya bahwa peredaran miras dan narkoba di Indonesia semakin banyak dan
memprihatinkan. Tidak hanya orang dewasa saja yang mengunakan narkoba, tetapi
juga remaja dan anak-anak sudah menjadi pengguna dan mengkonsumsi miras serta
narkoba. Tidak terkecuali di Papua, khususnya di wilayah perbatasan RI-PNG,
peredaran miras dan narkoba di wilayah tersebut sangat tinggi.
“Menjelang Natal dan Tahun baru, pada saat
moment tersebut semakin banyaknya kita temukan masyarakat perbatasan yang mabuk
dipinggir jalan, karena mengkonsumsi miras dan narkoba. Bila hal ini dibiarkan
maka akan memicu banyaknya pelanggaran dan masa depan bangsa Indonesia akan
terancam dan akan rusak karena miras serta narkoba”, pungkas Dansatgas. puspen/linda.




