Panglima TNI: TNI Tidak Mengenal Kata Damai Bagi Prajurit Arogan
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/01/panglima-tni-tni-tidak-mengenal-kata.html
Jakarta (satunusantara) Saya ingin garis bawahi bahwa TNI tidak mengenal kata damai bagi
prajurit arogan, Komandan Satuan tidak akan pernah melindungi prajurit yang
melanggar aturan dan hukum. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Kapuspen TNI Mayjen
TNI Tatang Sulaeman selaku Inspektur Upacara pada Upacara Bendera di
Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.
Dihadapkan pada perkembangan globalisasi dengan kemajuan
teknologi, informasi dan komunikasi, kita menghadapi suatu realitas
berupa fenomena adanya revolusi budaya yang tidak mengenal batas ruang dan
waktu begitu deras masuk dan mengikis secara perlahan budaya bangsa Indonesia
yaitu budaya ketimuran yang penuh kearifan dan keluhuran, mempengaruhi aspek
etika, moralitas, budaya, agama dan semua sendi kehidupan masyarakat. Tidak
terkecuali juga telah mempengaruhi pola sikap dan tindakan kehidupan prajurit
menjadi rentan. “Menyikapi fenomena dan dampak negative, maka perisai
dan benteng tangguhnya adalah disiplin yang mencerminkan etika dan moral
keprajuritan yang berpegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8
Wajib TNI,” ujar Panglima TNI.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengatakan bahwa, TNI
berhasil melewati tahun 2015 dengan sarat prestasi dan kinerja optimal.
Berbagai pengabdian TNI terkait dengan tugas penegakan kedaulatan negara dan
keutuhan wilayah serta misi kemanusiaan dapat dilaksanakan dengan prestasi
membanggakan. “Tidak mengherankan nilai kinerja TNI sepanjang tahun 2015
mendapat penilaian publik dan menempatkan institusi TNI sebagai sebuah ‘lembaga
paling dipercaya’. Untuk itu semua,saya menaruh rasa hormat dan bangga
kepada seluruh prajurit dan PNS TNI dimanapun berada dan bertugas,” kata
Panglima TNI.
Di penghujung tahun 2015 sampai dengan awal tahun 2016, Panglima
TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta Staf telah melakukan
kunjungan kerja ke beberapa wilayah Indonesia bagian Timur yaitu Papua, Maluku
dan 8 Pulau Terluar di wilayah Maluku Tenggara sampai ke Pulau Alor. Dalam kunjungan tersebut,
Panglima TNI mengapresiasi dan bangga kepada prajurit yang bertugas di wilayah
pedalaman, perbatasan dan Pulau Terluar dengan keterbatasan yang dimiliki tidak
menyurutkan semangat, motivasi dan dedikasi terhadap tugas pengabdiannya.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo menyampaikan beberapa penekanan yang harus dipedomani oleh
segenap prajurit dan PNS TNI yaitu, Pertama, tingkatkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa hanya karena dengan itulah kita TNI baik secara perorangan
maupun institusi akan selalu mendapat berkah kekuatan, perlindungan dan
kemudahan dalam menjalankan amanah tugas pengabdian.
Kedua, tingkatkan disiplin dengan selalu menjunjung tinggi dan
mentaati norma, aturan dan hukum yang berlaku serta pelihara dedikasi
pengabdian dengan terus bekerja, bekerja dan bekerja disertai dengan loyalitas
tegak lurus kepada pimpinan. Ketiga, ikuti
dan cermati perkembangan situasi perkembangan situasi wilayah masing-masing
terutama perkembangan ancaman teroris pasca kejadian teroris pasca kejadian
teror bom Sarinah dengan selalu meningkatkan deteksi dan cegah dini
melalui peningkatan aktivitas pembinaan teritorial disertai peningkatan
kesiapsiagaan operasional satuan.
Keempat, pelihara dan tingkatkan hubungan yang harmonis dan kerja
sama dengan sesama instansi, jaga dan pelihara kepedulian dan kebersamaan
dengan rakyat. Agar TNI selalu dicintai rakyat. Kelima, jaga dan pertahankan kepercayaan masyarakat terhadap
kinerja masyarakat, bangsa dan negara dilandasi tekad untuk selalu berbuat
terbaik, berani, tulus dan ikhlas.puspen/linda.





