Hari Kedua KTT OKI, TNI-Polri Perketat Pengamanan
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/03/hari-kedua-ktt-oki-tni-polri-perketat.html
Jakarta (satunusantara) Pengamanan jalannya
sidang hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI (Organisasi
Kerjasama Islam) ke-5 tahun 2016 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan,
yang dilakukan oleh Prajurit TNI dan Polri semakin diperketat. Hal ini terlihat
dengan dilakukannya penyisiran area lobi gedung dan seluruh tempat
berlangsungnya KKT OKI. Demikian dikatakan Komandan Satgas Penerangan
(Dansatgaspen) KTT OKI ke-5 tahun 2016, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M. saat
memantau pengamanan yang dilakukan oleh Prajurit TNI dan Polri termasuk
Paspampres di luar gedung JCC Senayan, Jakarta Selatan.
Aparat keamanan bersenjata lengkap menghentikan semua jenis
kendaraan dan memeriksanya dengan
membuka bagasi kendaraan, serta memeriksa barang bawaan untuk
mengantisipasi hal-hal yang dapat membahayakan atau mengganggu kelancaran
pelaksanaan kegiatan KTT Luar Biasa OKI ke-5 tahun 2016. Menurut Kolonel Czi Berlin, aparat yang dikerahkan
untuk menjaga keamanan adalah TNI dan Polisi termasuk Pasukan Pengamanan
Presiden (Paspampres) juga diturunkan untuk menjaga keamanan KTT OKI.
“Selain pengetatan pengamanan yang dilakukan aparat TNI dan
Kepolisian dengan berjaga di pintu masuk menuju JCC Senayan, Prajurit TNI dan
Polri tetap bersiaga di beberapa titik tepatnya di pintu-pintu masuk yang akan
dilalui oleh para delegasi, baik itu tingkat Menteri maupun para Kepala Negara
dan Kepala Pemerintahan,” kata Kolonel Czi Berlin.
Lebih lanjut Dansatgaspen menyampaikan, beberapa waktu lalu pada
saat memimpin Apel Gelar Pasukan KTT Luar Biasa OKI ke-5 tahun 2016 di Silang
Monas, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa tugas
pengamanan KTT Luar Biasa OKI yang para prajurit emban adalah tugas kehormatan
sekaligus kepercayaan yang mengandung misi diplomatik, karena pengamanan KTT
OKI merupakan manifestasi komitmen internasional Indonesia untuk memberikan
kontribusi bagi arah kemajuan kerja sama negara-negara yang tergabung dalam
OKI. Tugas pengamanan yang dilaksanakan ini bukan sekedar tugas rutin biasa,
akan tetapi tugas sangat penting yang bersentuhan langsung pada kehormatan,
citra dan kebesaran nama bangsa Indonesia di mata dunia internasional.
Sementara itu, “untuk Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Satgas
Pamwil) I di bawah koordinasi Kodam Jaya telah menyiapkan 3.600 personel untuk
kesuksesan KTT Luar Biasa OKI ke-5 tahun 2016 di Jakarta,” tutup Dansatgaspen.
Pertemuan puncak tingkat Kepala Negara dan Pemerintahan KTT Luar
Biasa OKI ke-5 tahun 2016, dihadiri oleh 605 delegasi dari 57 negara dan dua
organisasi internasional. Terdapat 10 Kepala Negara dan Pemerintahan, termasuk
Indonesia, yang mengikuti KTT hari kedua, yang akan menghasilkan keputusan
penting bagi rakyat Palestina.
Agenda hari kedua KTT Luar Biasa OKI ke-5 tahun 2016 dimulai
pada pukul 08.40 WIB, dan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo pada
pukul 08.55 WIB. Dilanjutkan dengan sambutan Presiden Negara Palestina Mahmoud
Abbas serta Sekretaris Jenderal OKI Iyad
Ameen Madani hingga pukul 09.25 WIB dan terakhir sambutan Menteri Luar Negeri
RI Retno Marsudi. Direncanakan, pada pukul 17.30 WIB setelah tercapai
kesepakatan akan dibacakan pertimbangan Draf Resolusi dan Deklarasi Jakarta
untuk Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.puspen/linda.





