Panglima TNI : Terlibat Narkoba, Tak lagi Bisa Jadi Prajurit, Pecat!
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/02/panglima-tni-terlibat-narkoba-tak-lagi.html
Jakarta (satunusantara) Geger narkoba di perumahan prajurit Kostrad beberapa
hari lalu, itu merupakan upaya TNI melakukan perang terhadap narkotika dan obat
terlarang. Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI adalah
prajurit yang terlatih, dipersenjatai jadi apabila dia terkena narkoba tidak
bisa lagi jadi prajurit, hukuman tambahan dipecat.
Hal itu dikatakan
Panglima usai membuka Gashuku Nasional danRakernas Forki di Mabes TNI,
Cilangkap, Jakarta. Lebih lanjut dikatakan, sejak akhir 2015 dirinya telah
memerintahkan para Pangkotama, dan Komandan Satuan untuk melakukan pembersihan
dalam tubuh masing-masing.
Hal itu dilakukan karena
latarbelakangnya narkoba adalah bisnis tapi yang ilegal. Bisnis haram pasti
mencari tempat yang aman, yang aman itu di aparat keamanan, Polisi dan TNI.
“Saya juga sadar
bahwa kesejahteraan prajurit sudah banyak kemajuan tapi untuk hidup normal,
kehidupan yang biasa-biasa saja tanpa menabung dia bisa menyekolahkan ke
universitas?. Jadi seorang Tamtama, Bintara, Perwira bila tidak menabung tak
bisa menyekolahkan anaknya sampai universitas, karena mahal”, kilahnya.
Menurutnya, karena alas
an itulah mereka melihat peluang, masuk dalam lingkaran bisnis illegal. Panglima
menyadari hal itu, maka dia perintahkan pembersihan, bagi yang berhasil mengungkap
banyak kasus narkoba merupakan prestasi. Tetapi setelah bulan Juni nanti
apabila ada prajurit yang tertangkap maka komandannya juga akan terkena sanksi.
Menanggapi akan
dilakukan test urin bagi pejabat Negara, menurutnya, TNI sudah lebih dulu
melakukan hal itu, buktinya adalah terungkapnya kasus narkoba di komplek
perumahan Kostrad.
“Kemarin ditemukan karena
kita melakukan test urin secara mendadak di perumahan prajurit dan ada prajurit
yg positif. Nah, disitu kita kembangakan dan mengungkap lebih banyak dan semoga
lebih banyak lagi. Saya lebih senang kalau lebih banyak, itu lebih bersih”
tandasnya.
Selama ini banyak
yang menyarankan para pengguna sebaiknya direhabilitasi, namun hal itu tidak sejalan
dengan Panglima TNI. Baginya rehabilitasi itu percuma, bila bukan atas dasar
kemauan si pengguna sendiri yang ingin berhenti memakai narkoba atau tak lagi
ingin ‘bersentuhan’ dengan barang haram perusak bangsa.
Bukan tanpa dasar
Panglima menegaskan itu, dia sudah berkordinasi dan konsultasi dengan Menteri Kesehatan,
yang bisa menyembuhkan itu bukan rehabilitasi tapi niat dari seseorang. “TNI
adalah prajurit yang terlatih dipersenjatai jadi apabila dia terkena narkoba tidak
bisa lagi jadi prajurit, hukuman tambahan dipecat” ungkapnya.
Karena itu dia
menyambut baik keinginan BNN membentuk satgas narkoba, TNI siap mendukung dan
akan memberikan pasukan yang terbaik guna memerangi narkoba. Presiden pun sudah
mengatakan kita darurat narkoba dan perang terhadap narkoba.linda.




