Panglima TNI : Terlibat Narkoba, Tak lagi Bisa Jadi Prajurit, Pecat!

Tertawalah selagi Gratis
video-shooting-dan-fotografi
Video Shooting & Fotografi
Mengabadikan Momen, Menceritakan Cerita — Solusi Profesional untuk Video Shooting & Fotografi Anda.
0813-1615-8974
Info Lengkap
Jakarta (satunusantara) Geger narkoba di perumahan prajurit Kostrad beberapa hari lalu, itu merupakan upaya TNI melakukan perang terhadap narkotika dan obat terlarang. Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI adalah prajurit yang terlatih, dipersenjatai jadi apabila dia terkena narkoba tidak bisa lagi jadi prajurit, hukuman tambahan dipecat.

Hal itu dikatakan Panglima usai membuka Gashuku Nasional danRakernas Forki di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta. Lebih lanjut dikatakan, sejak akhir 2015 dirinya telah memerintahkan para Pangkotama, dan Komandan Satuan untuk melakukan pembersihan dalam tubuh masing-masing.

Hal itu dilakukan karena latarbelakangnya narkoba adalah bisnis tapi yang ilegal. Bisnis haram pasti mencari tempat yang aman, yang aman itu di aparat keamanan, Polisi dan TNI.

“Saya juga sadar bahwa kesejahteraan prajurit sudah banyak kemajuan tapi untuk hidup normal, kehidupan yang biasa-biasa saja tanpa menabung dia bisa menyekolahkan ke universitas?. Jadi seorang Tamtama, Bintara, Perwira bila tidak menabung tak bisa menyekolahkan anaknya sampai universitas, karena mahal”, kilahnya.



Menurutnya, karena alas an itulah mereka melihat peluang, masuk dalam lingkaran bisnis illegal. Panglima menyadari hal itu, maka dia perintahkan pembersihan, bagi yang berhasil mengungkap banyak kasus narkoba merupakan prestasi. Tetapi setelah bulan Juni nanti apabila ada prajurit yang tertangkap maka komandannya juga akan terkena sanksi.

Menanggapi akan dilakukan test urin bagi pejabat Negara, menurutnya, TNI sudah lebih dulu melakukan hal itu, buktinya adalah terungkapnya kasus narkoba di komplek perumahan Kostrad.

“Kemarin ditemukan karena kita melakukan test urin secara mendadak di perumahan prajurit dan ada prajurit yg positif. Nah, disitu kita kembangakan dan mengungkap lebih banyak dan semoga lebih banyak lagi. Saya lebih senang kalau lebih banyak, itu lebih bersih” tandasnya.

Selama ini banyak yang menyarankan para pengguna sebaiknya direhabilitasi, namun hal itu tidak sejalan dengan Panglima TNI. Baginya rehabilitasi itu percuma, bila bukan atas dasar kemauan si pengguna sendiri yang ingin berhenti memakai narkoba atau tak lagi ingin ‘bersentuhan’ dengan barang haram perusak bangsa.


Bukan tanpa dasar Panglima menegaskan itu, dia sudah berkordinasi dan konsultasi dengan Menteri Kesehatan, yang bisa menyembuhkan itu bukan rehabilitasi tapi niat dari seseorang. “TNI adalah prajurit yang terlatih dipersenjatai jadi apabila dia terkena narkoba tidak bisa lagi jadi prajurit, hukuman tambahan dipecat” ungkapnya.


Karena itu dia menyambut baik keinginan BNN membentuk satgas narkoba, TNI siap mendukung dan akan memberikan pasukan yang terbaik guna memerangi narkoba. Presiden pun sudah mengatakan kita darurat narkoba dan perang terhadap narkoba.linda.

Konsultan HRD

Related

News 4950814023619836998

Post a Comment

emo-but-icon

item