Panglima TNI Tandatangani Pakta Pertahanan Proxy War Media
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/02/panglima-tni-tandatangani-pakta.html
Jakarta (satunusantara) Panglima TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman
melakukan penandatanganan Pakta Pertahanan Proxy War Media dengan CEO TV
BMW (Berita Mitra Warga) Media Group Arvin Miracelova sertasebelas Lembaga/Organisasi dalam rangka
memerangi ancaman Proxy War Media, di ruang Pusat Pengendalian Operasi
(Pusdalops) Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.
Kesebelas Lembaga dan
organisasi yang ikut menandatangani Pakta Pertahanan Proxy War Media
adalah Produksi Film Indonesia, Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Persatuan Guru
Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia, Asosiasi Penerbit Perguruan
Tinggi Indonesia, Indonesian Cable Television Association,
Komisi Corporation Social
Responsibility Nasional,
Asosiasi Baitul Maal wa Tamwil, Buqu
Global, NIN Media dan Dewan Masjid.
Selain Penandatangangan Pakta Pertahanan Proxy War Media, juga
dilaksanakan MoU antara TV BMW dengan delapan Lembaga/Organisasi, yaitu
Produksi Film Indonesia, Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Persatuan Guru Republik
Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia, Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi
Indonesia, Indonesian Cable Television Association, Komisi Corporation Social
Responsibility Nasional, dan Asosiasi Baitul Maal wa Tamwil. Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo.
TNI dan TV BMW bersama dengan stakeholder melakukan kegiatan program
inkubasi pembinaan konten televisi dalampemberdayaan yang berwawasan nasionalis
religius, salah satunya melalui program tayangan Pondok Cerdas Warga sebagai sarana bagi masyarakat untuk
pembelajaran konten positif dan mengajak masyarakat untuk membangun
konten dan mengangkat
potensi lokal yang edukatif.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengatakan bahwa ancaman
Proxy War semakin nyata, dan dilakukan dengan langkah yang soft serta tidak
melanggar HAM. Proxy War berperang di segala lini kehidupan berbangsa dan
bernegara serta tidak terlihat karena menggunakan segala macam cara dan yang
paling efektif adalah menggunakan media. Untuk menghadapi semua itu,maka perlu
ada media yang dapat menyeimbangkan namun dengan biaya yang murah dan dapat
menjangkau semuanya. Inilah yang dilakukan TNI dengan menjalin kerja sama dengan masyarakat dan media. “Saya
bangga kita semua berbuat yang terbaik dan berani mengambil sikap yang tulus
ikhlas untuk kemajuan bangsa Indonesia, karena memang TNI tidak bisa
melaksanakan tugas pokoknya melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia
sendirian,” ujarnya.
Sementara itu CEO TV BMW Media Group Arvin Miracelova mengatakan
bahwa, program Pondok Cerdas Warga bertujuan untuk membangun konten yang mengangkat potensi lokal dan
edukatif. Lewat program ini nantinya warga binaan TNI akan mengangkat potensi
lokal masyarakat dalam membuat konten program televisi yang diperuntukkan untuk
masyarakat setempat. Dengan adanya program ini, semua masyarakat di seluruh
Indonesia dapat menikmati pembelajaran yang penuh inovasi, sehingga masyarakat
secara aktif dapat membendung terjadinya Proxy
War.
Turut hadir dalam acara penandatanganan Pakta Pertahanan Proxy
War Media, antara lain
Kasum TNI Laksdya TNI DR. Didit Herdiawan M.P.A., M.B.A, Pangkostrad Letjen TNI
Letjen Edy Rahmayadi, para Asisten Panglima TNI, Kepala Dinas Penerangan
Angkatan, beberapa pejabat teras
Mabes TNI dan Angkatan.puspen/linda.



