Panglima TNI : Karate Membentuk Jiwa Ksatria
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/02/panglima-tni-karate-membentuk-jiwa.html
Jakarta (satunusantara) Karate bukan sekedar olahraga
prestasi tetapi Karate membentuk Jiwa Ksatria yaitu jiwa patriot yang
memang sudah dimiliki bangsa Indonesia, sehingga di semua daerah tumbuh
berkembang dan itu diperlukan oleh generasi muda untuk meningkatkan jiwa patriotisme
dan satria serta sportifitas para pemuda Indonesia, sehingga menjadikan
Karate itu beladiri untuk bela bangsa.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Umum PB Forki (Pengurus Besar Federasi
Olahraga Karate-Do Indonesia) pada saat membuka penyelenggaraan
Gashuku dan Rakernas Forki dalam rangka HUT ke-53 Forki tahun
2016 yang mengangkat tema “Melalui
Gashuku dan Rakernas Forki, Kita Perkokoh Tali Silaturahmi Karateka Antar
Perguruan dan Provinsi Guna Memupuk Kebersamaan dan Kekeluargaan Dalam Rangka
Meraih Prestasi Emas Dunia”, di Stadion Sepakbola TNI Cilangkap,
Jakarta.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan
bahwa, latar belakang kegiatan ini adalah bahwa sejak tahun
1964, Atlet Indonesia tidak pernah memperoleh medali emas pada setiap
pertandingan yang diselenggarakan oleh World Karate Federation (WKF).
Namun pada tahun 2015, saat Indonesia menjadi penyelenggara, disitulah
Indonesiamemperoleh empat medali emas.
“Secara pribadi Saya sebagai Ketua
Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia merasa
bangga dan bersyukur, bahwa tahun 2015 kita memperoleh medali, hal
ini merupakan suatu prestasi dunia dan merupakan kebangkitan Forki kedepan,” kata
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Adapun tujuan dari
penyelenggaraan Gashuku ini adalah latihan bersama di luar Dojo
sebagai ajang silaturahmi untuk memupuk kebersamaan dan kekeluargaan,
menghilangkan egosentris, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan
kebulatan tekad antar Karateka Perguruan dan Provinsi sebagai modal dasar untuk
meraih prestasi yang hebat. Sedangkan Rakernas Forki khusus membahas tentang
Seleksi Atlet dan Pelatihan, Perwasitan dan pertemuan Manajer Tim PON XIX/2016.
Sedangkan sasaran yang ingin dicapai
dalam kegiatan Gashuku dan Rakernas ini antara lain: kokohnya hubungan tali
silaturahmi yang erat dan akrab antar Karateka Perguruan dan Provinsi untuk
mempupuk kebersamaan dan kekeluargaan serta menghilangkan egosentris sektoral,
terwujudnya kebulatan tekad sebagai modal dasar dalam meraih prestasi yang
hebat dan terwujudnya semangat dan motivasi para Karateka-Karateka untuk meraih
prestasi hebat dalam setiap kompetisi, baik nasional maupun internasional
guna mengharumkan nama bangsa dan Negara.
Peserta dan penyelenggara yang terlibat
dalam kegiatan Gashuku dan Rakernas Forki, terdiri dari: Pelatihan
dan Seleksi Atlet 118 orang (25 Perguruan dan 34 Pengurus
Provinsi), Perwasitan 59 orang (25 Perguruan, 34 Pengurus Provinsi), Manajer
Meeting kegiatan PON ke-XIX 34 orang, Sidang Paripurna
300 orang, acara keakraban 400 orang, Gashuku 3.000 orang (Pengurus
PB Forki, Pengurus Perguruan, Karateka masing-masing Perguruan Wilayah DKI, Mabes
TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU) serta Panitia Pendukung 80 orang.puspen/linda.



