Lemhannas Gelar Seminar di KRI Banda Aceh
Jakarta (Satu Nusantara)- Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji membuka seminar nasional yang diikuti oleh 79 peserta PPSA XX Lem...
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/10/lemhannas-gelar-seminar-di-kri-banda.html
Jakarta
(Satu Nusantara)-Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji membuka seminar
nasional yang diikuti oleh 79 peserta PPSA XX Lemhannas RI TA 2015,
dengan tema mewujudkan poros maritim dunia guna meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dalam rangka memperkokoh Ketahanan Nasional, Jakarta, Kamis
(22/10/2015).
Gubernur Lemhannas Budi Susilo
Soepandji, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar kali ini diselengarakan
dalam suasana berbeda untuk pertama kalinya dengan situasi berlayar di atas
Kapal Perang Indonesia. KRI Banda Aceh-593 pun dipilih, karena tugasnya sebagai
kapal perang yang sesuai dengan tema yang diusung mengenai maritim.
KRI dibangun dengan menggunakan
konstruksi lambung ganda (double bottom), Untuk memudahkan manuver, dan
dilengkapi bow thruster yang berfungsi memecah gelombang. Untuk
mengoperasikan kapal, mesin dioperasikan dari ruang kontrol dan bisa langsung
dari ruang mesin, serta dilengkapi peralatan rumah sakit darurat dan bisa
difungsikan untuk pertolongan pertama. KRI ini didesain untuk memenuhi tugas
operasi TNI AL, di antaranya
untuk Landing Craft Carrier, pendaratan pasukan,
operasi amfibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, tactical
vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel. Selain itu, operasi
kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari
secara terus-menerus .
“KRI Banda Aceh-593 merupakan
kapal jenis landing platfrom dock yang dibangun dan diproduksi oleh anak
bangsa, di dalam perindustrian perkapalan dalam negeri pada tahun 2010, oleh
karena itu jiwa dan semangat pembangunan KRI diharapkan menginspirasi seluruh
peserta dalam berdiskusi untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran cemerlang untuk
pembangunan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” ujarnya
Budi mengungkapkan bahwa seminar
merupakan puncak pendidikan yang memiliki makna dan nilai penting bagi peserta.
Para peserta dapat mengelaborasi pengetahuan, kemampuan akademis dan pengalaman
geopolitik dan geostrategi secara komprehensif dan holistik melalui penyusunan
naskah.
“Terkait tema yang diusung, saya
pandang sangat aktual dan merupakan bentuk partisipasi aktif lembaga yang
direpresentasikan peserta pendidikan dalam mendukung visi, misi dan program
Nawacita Kabinet Kerja dibawah kepemimpinan Presiden RI Ir. Joko Widodo,”
terangnya.
Seminar itu menghadirkan sejumlah
narasumber, seperti Indroyono Soesilo (mantan Menteri Menko Kemaritiman), Gusti
Agung Wesakapuja (Pakar HI), Hasyim Djalal (Pakar Kemaritiman), Munshi Lampe
dari Unhas, Budi Halim, Komisaris Utama PT. Maxima Maritim. Sebagai
moderator Aviani Malik dan Abdul Halim. Selain itu, hadir pula
perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Bakorkamla, Kemenkopolhukam, pelajar
SMA dan mahasiswa dari UGM, Undap, Unhas. (Wan)





