Pusat Penerangan TNI Adakan Penyuluhan Narkoba
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/04/pusat-penerangan-tni-adakan-penyuluhan.html
Jakarta
(satunusantara) Di sela-sela kegiatan Karya Bhakti yang
dilaksanakan di Perumahan Griya Alam Sentosa, Kelurahan Pasir Angin, Kecamatan
Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Pusat Penerangan TNI juga
mengadakan penyuluhan kepada warga setempat mengenai Narkoba.
Kepala Bidang Media Center
Pusat Penerangan (Kabidmedcenter Puspen) TNI Kolonel Inf Bedali Harefa S.H.,
saat memberikan penyuluhan mengatakan bahwasanya Narkoba itu dapat merusak
mental dan dapat mengakibatkan kematian, dan saat ini masyarakat kita ini
betul-betul sudah menjadi sasaran penggunaan Narkoba. “Salah satu tugas saya di Puspen TNI adalah
menganalisa berita, baik dari media TV, Cetak, Radio maupun On-line. Bulan Februari yang lalu, berita yang paling
tinggi adalah tentang Narkoba dan bulan April pemberitaan Narkoba menempati
urutan kedua. Artinya, bahwa negara kita sekarang ini betul-betul sudah menjadi
sasaran Narkoba dari pihak asing,” ujarnya.
Narkoba ini sasaran utamanya
adalah para generasi muda yang merupakan penerus bangsa. Para generasi muda,
satu atau dua dekade atau 10 sampai 20 tahun kedepan nanti yang akan menjadi
pemimpin, dihancurkan oleh Narkoba. Pengaruh dari Narkoba itu sangatlah besar,
dan yang paling utama kita akan menjadi budaya malas yang ditanamkan kepada
generasi muda kita nanti. “Pengguna Narkoba
dan kalau boleh kita ikuti perkembangannya di media, itu sudah memasuki semua
limit generasi muda, aparat TNI-Polri sudah masuk, pejabat pemerintahan sudah
masuk, mereka tertangkap menggunakan Narboka,” kata Kolonel Inf Bedali Harefa.
Kabidmedcenter Puspen TNI
juga menyampaikan bahwa, Narkoba itu sangat mengerikan dan memang maksud dari
negara lain adalah untuk menghancurkan generasi bangsa kita. Itulah yang
dimaksud dengan Proxy War berupa bentuk ancaman nyata, tapi perannya tidak nyata
untuk menghancurkan kita. Menurutnya,
kalau berbicara tentang Proxy War ini sebetulnya ancaman nyata bagi bangsa
Indonesia, cuma Proxy War ini bentuk perang yang tidak nyata. Proxy War ini
salah satu cara strategi dari negara luar, dia memerangi kita itu dengan tidak
kita rasakan, jadi mungkin menggunakan anak bangsa atau memanfaatkan untuk
menghancurkan mental.
“Dalam kesempatan ini saya
mengharapkan, kita sebagai orang tua dapat mengawasi dan selalu waspada kepada
anak-anak kita, para generasi muda penerus bangsa, jangan sampai mereka
terpengaruh oleh Narkoba,” pungkas Kolonel Inf Bedali Harefa.
Sementara itu, Dandim 0621
Letkol Czi Dwi Bima Nurahmat S.E. antara lain mengatakan, Narkoba itu
pelan-pelan akan merenggut kemampuan bangsa kita sehingga menjadi lemah,
Narkoba ini tidak ada manfaatnya sama sekali tetapi akan melemahkan kemampuan
kita untuk membangun negara ini. Sedangkan Kapolsek Cileungsi Kompol Eko
Nuryanto S.Ik menuturkan antara lain, hukuman yang akan diberikan kepada
pengguna Narkoba cukup fatal dan hukuman mati bagi para bandar besar Narkoba.
Penanganan kasus Narkoba ini adalah suatu proses yang diprioritaskan didalam
pengadilan, dibandingkan dengan kasus-kasus lain.puspen/linda.




