PPRC TNI Miliki Tujuh Kemampuan
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/04/pprc-tni-miliki-tujuh-kemampuan.html
Jakarta
(satunusantara) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI
memiliki tujuh kemampuan, yaitu : pembebasan tawanan yang ada di laut, gedung,
hutan, bus, kereta api, pesawat dan kapal laut, dan itu spesialis mereka. PPRC ini adalah pasukan gabungan pemukul yang
dimiliki TNI untuk menghadapi kondisi darurat atau trouble spot yang bersifat
strategis di seluruh wilayah NKRI. Demikian dikatakan Kepala Penerangan Kodam
(Kapendam) VI/Mulawarman Kolonel Inf Andi Gunawan kepada media massa beberapa
waktu lalu, di Media Center Latihan Gabungan PPRC, Komplek Makodim, Tarakan,
Kalimantan Utara.
Menurut Kolonel Inf Andi
Gunawan, kemungkinan saat ini yang terjadi dari rencana kontijensi Pangdam
VI/Mulawarman adalah melaksanakan Latihan PPRC yang kemungkinan besar
permasalahan akan timbul di wilayah Kodam VI/Mulawarman. Jadi, sebelum
permasalahan itu muncul maka dilaksanakan latihan untuk mengatasi gangguan,
ancaman dan infiltrasi dari pihak lawan baik yang datang dari dalam negeri
maupun yang datang dari luar negeri, apabila terjadi sesuatu mereka sudah siap.
Latihan yang berlangsung di
Kota Tarakan ini terdiri dari lima satuan yaitu Satgas Gultor dari Kopassus,
Satgas Ton Taipur dari Kostrad, Kopaskha dari TNI AL, Denjaka dari Marinir dan
Den Bravo dari Paskhas. Latihan ini menggunakan lima kapal KRI yang terdiri
dari KRI Surabaya, KRI Ajak, KRI Ahmad Yani, KRI Mandau, KRI Badau dan
menggunakan Helly Bell dari Angkatan Laut, Helly Super Puma dari TNI AU.
“Dipilihnya Lokasi Latihan PPRC di Kota Tarakan
merupakan wewenang Pangkostrad selaku Panglima Komando Operasi
(Pangkoops) PPRC TNI atas persetujuan Panglima TNI dengan mempertimbangkan
berbagai aspek kepentingan operasi TNI,” kata Kapendam VI/Mulawarman.
“Latihan PPRC TNI merupakan
latihan yang dilaksanakan berdasarkan kontijensi yang memiliki tujuan multi
fungsi terhadap sasaran strategis terpilih, diantaranya penguasaan kembali
Obyek Vital Nasional seperti kilang minyak dan kawasan industri strategis,
pembebasan sandera, penanganan terorisme dan sebagainya,” tegas Kolonel Inf
Andi Gunawan.
Dalam kesempatan tersebut
Kapendam VI/Mulawarman menyampaikan pula bahwa, setelah latihan gabungan dari
Darat, Laut, Udara dan Polri yang telah kita saksikan beberapa waktu lalu, maka
satuan yang terlibat dalam PPRC tersebut melaksanakan latihan secara parsil
sesuai dengan fungsi dan medan masing-masing.
Satgas Gultor dari Kopassus melaksanakan pemanasan latihan menembak di
Lapangan Tembak Imam Toib Batalyon Infanteri 613/Rja, Denjaka melaksanakan
latihan menembak di perairan Tg. Pasir dengan sasaran drum plastic yang
terapung yang sudah disiapkan, Den Bravo dari Paskhas melaksanakan latihan di
sekitar pangkalan Lanud Tarakan.
“Dengan adanya latihan
tersebut, sangat membantu prajurit untuk mengasah dan mempertajam kemampuan
secara profesional yang siap digerakkan kapan dan dimana saja di wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Kapendam VI/Mulawarman.
Sementara itu, terkait
pertanyaan wartawan antara lain tentang penambahan pasukan dan masyarakat yang
menonton Latihan PPRC TNI, Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Andi Gunawan
menegaskan bahwa tidak ada penambahan pasukan, itu masih dalam kekuatan awal
dan dalam latihan tetap kondisi siaga, serta menyiapkan kemampuan dan berlatih
terus. “Kita tetap melaksanakan siaga operasi sambil melaksanakan latihan dan
kemampuan sambil memelihara kemampuan dan moril pasukan yang siap ditugaskan
dimana saja,” ucapnya.
“Harapan saya, supaya
masyarakat juga melihat inilah kemampuan TNI. TNI siap setiap saat, siap
bergerak dengan cara melatih kemampuan secara terus menerus. Secara perorangan,
secara unit, secara satuan hubungan terintegrasi, kita siap bergerak dimana
saja dan kapan saja di seluruh Wilayah NKRI yang merupakan juga jangkauan PPRC
TNI,” tandas Kolonel Inf Andi Gunawan.puspen/linda.





