Berada di Udara, Kasau : Prajurit TNI AU Melawan Kodrat
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/04/berada-di-udara-kasau-prajurit-tni-au.html
Jakarta
(satunusantara) Prajurit TNI Angkatan Udara hidupnya itu
melawan kodrat, yang seharusnya hidup di darat menghirup oksigen nyaman tapi
bermain-main di udara yang oksigennya tipis. Karena itu mereka harus kuat
moralitas, punya karakter kuat, dan sulit dipengaruhi. Demikian menurut Kasau Marsekal
TNI Agus Supriatna, saat peringatan hari jadi ke-70 TNI AU, di lanud Halim
Perdana Kusuma, Jakarta.
Dijelaskan, segala sesuatu
harus terlatih, jadi punya karakter yang kuat sulit dipengaruhi, sulit diganggung,
dan sulit tergoda. Karena itu, setiap sambung rasa, dia mengingatkan para penerbang AU untuk tak lupa atau sombong.
Karena kesombongan kita bisa dimurka Yang Maha Kuasa, kita pun dibuat lupa olehNya.
“Kita mainnya second (detik)
apalagi aerobatik. Maka harus dilandasi moralitas dan integritas tidak bisa dipengaruhi,
akhlak itu harus kuat. Eh, bisa nih begini, sudah tampil begini saja,
aerobatiknya begini, ga bisa, Segala sesuatu harus terlatih”, pungkasnya.
Acara peringatan ulangtahun
TNI AU dimeriahkan beberapa demo, mulai dari simulasi pembebasan sandera yang
diperagakan Detasemen Barvo Paskhas, aerobatik tim Jupiter, dan simulasi
serangan udara dengan pesawat tempur jenis Sukhoi Su-27, F-16, dan Hawk.
Menurutnya, peragaan yang
dilakukan prajurit AU itu, dimaksud untuk menunjukan apa yang dibutuhkan TNI AU
ke depan. Salah satunya adalah formasi composite
strike, operasi udara yang ada di doktrin Swa Bhuwana Paksa. Salah satu
operasi udara strategis yang disimulasikan, melaksanakan operasi dukungan sebelum
pasukan lain masuk, pesawat AU menghancurkan sasaran strategis terlebih dulu.
Apa yang diharapkan dan
diingkan Angkatan Udara dijawab pemerintah, Kemenhan sudah menindaklanjuti
keinginan tersebut. Menurut Kasau, penambahan radar, penambahan alutsista
pengganti F-5 sudah akan ditindaklanjuti dalam rencana strategis tahap kedua.
“Alhamdulillah, pemerintah sudah
tahu bagaimana kepentingan dirgantara ini. Semua pesawat yang ada akan di up
grade, di modernisasi dan yang belum lengkap akan dilengkapi. Kalau kita menguasai
dirgantara tidak mungkin negara lain main-main atau lewat sembarangan ke
wilayah kita” tandasnya.
Menyinggung 10 WNI yang
disandera kelompok bersenjata Abu Sayaf, Kasau mengatakan, TNI masih menunggu
ijin dari pemerintah Filipina, meski kita punya kemampuan untuk membebaskan. Pertama,
kemampuan pengintai, bisa memantau satu titik orang, meski sembunyi di pohon atau
dimana saja bisa ditangkap. Intinya prajurit TNI AU siap melaksanakan tugas negara.apr/foto:linda.





