Panglima TNI : Atasi Konflik Sosial dengan Kekompakan dan Pendekatan Antropologi Budaya
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/03/panglima-tni-atasi-konflik-sosial.html
Jakarta
(satunusantara) Terjadinya konflik salah satunya disebabkan
oleh perkembangan penduduk dunia yang sangat pesat. Pada tahun 1975 jumlah
penduduk mencapai 4 milliar berkembang menjadi 7 milliar di tahun 2011,
diprediksi akan bertambah menjadi 11 milliar pada tahun 2035. Dengan adanya
penambahan jumlah penduduk tersebut maka kebutuhan energi, pangan, dan air akan
semakin meningkat.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
menjelaskan bahwa idealnya kapasitas bumi dihuni oleh sekitar 3 - 4 milliar, maka dengan penambahan 3 kali
lipat penduduk bumi bisa menyebabkan standar hidup manusia menurun karena kemiskinan,
kelaparan dan kesehatan buruk.
Hal itu disampaikan Panglima
TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang diwakili oleh Asisten Teritorial (Aster)
Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos. dalam ceramahnya dengan judul
“Memantapkan Peran TNI Dalam Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Guna Mendukung
Stabilitas Keamanan Nasional”, dihadapan 1.500 peserta Rapat Koordinasi
Nasional (Rakornas) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2016, bertempat
di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 71-73, Jakarta Selatan.
Lebih spesifik Panglima TNI
mengutarakan bahwa ancaman nyata bangsa Indonesia kedepan yaitu berubahnya
latar belakang dan lokasi konflik/perang dari perang yang 70% berlatar belakang
energi di wilayah Timur Tengah berubah menjadi perang berlatar belakang pangan,
energi dan air (ekonomi) yang lokasinya di wilayah equator, salah satunya
adalah Indonesia.
Pada kesempatan itu peserta
Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik diingatkan bahwa konflik sosial yang
terjadi di Indonesia semuanya tidak luput dari pengaruh campur tangan pihak
luar yang memanfaatkan orang dalam untuk direkayasa dan dibentuk opini sehingga
timbul kebencian, ketagihan bertengkar, saling tuduh bahkan saling bunuh. Pihak asing tidak suka Indonesia bersatu,
maju dan menjadi negara yang besar. Seharusnya bangsa Indonesia sadar dan
inilah yang dinamakan proxy war.
Kepada peserta Rakornas,
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berpesan, sebagai sesama aparatur
pemerintah agar selalu kompak,
laksanakan strategi pencegahan konflik sosial kepada masyarakat dengan
selalu mengutamakan tindakan-tindakan terpuji seperti menebarkan salam,
menjalin silaturahmi dan persaudaraan, saling menasehati dalam kebaikan, selalu
berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran dalam menyelesaikan setiap masalah
melalui pendekatan antropologi budaya serta soft power dengan melibatkan semua unsur masyarakat yang
terdiri dari tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.puspen/linda.



