Panglima TNI Kunjungi Yonif 733/Raider dan Balai Budidaya Ikan di Ambon
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/12/panglima-tni-kunjungi-yonif-733raider.html
Jakarta (Satunusantara) Panglima TNI Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo didampingi oleh Kepala Balai Budidaya Perikanan Ir. Nano
Hartanto sebagai pemandu. Balai budidaya ini adalah milik Dirjen Budidaya
Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Kebijakan Presiden tentang poros maritim itu bukan hanya
permukaannya saja. Tapi juga dalam dan dasarnya juga," ujar Panglima TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada saat mengunjungi Balai budidaya ikan di
Ambon.
Menurut Panglima TNI, Provinsi Maluku khususnya Ambon meski
tidak memiliki industri tetapi memiliki potensi kelautan. Salah satunya adalah
upaya pembibitan yang dilakukan di Balai Budidaya Perikanan. Bibit ikan untuk
konsumsi seperti kakap, tuna dan kerapu dihasilkan di balai ini. Selain itu
juga ada udang dan ikan hias.
Lebih lanjut Jenderal TNI mengatakan, kombinasi adanya potensi
alam dan bibit ternak perikanan jadi satu paduan untuk mendapatkan hasil laut
yang baik. Satu contoh yang dilakukan adalah pembuatan keramba di Teluk Ambon
Dalam. "Ada lahan yang luas seperti ini harus dimanfaatkan. Masyarakat
mungkin belum tahu, tapi sudah mulai banyak," katanya.
Panglima TNI beserta rombongan kemudian berpindah ke Sekolah
Usaha Perikanan Menengah Waiheru Ambon. Ini adalah keramba yang jadi tempat
belajar budidaya ikan. Siswa sekolah menengah kejuruan rutin datang ke sini
untuk praktik budidaya ikan. Di tempat ini juga TNI AD mempunyai keramba ikan
yang sudah berjalan selama 3 bulan.
"Di teluk ini anggota TNI juga mempunyai keramba. Selain
itu dari kepolisian juga akan buat. Ke depan, kita akan buat yang lebih
besar," tutur Jenderal Gatot.
Sementara itu menurut Kepala Balai Budidaya Perikanan Ir. Nano
Hartanto menyampaikan, pola budidaya keramba berbeda dengan tambak. Keramba
juga tidak memerlukan ongkos yang besar. Sedangkan tambak, selain butuh kincir
air untuk menjaga kadar oksigen di air juga kurang memperhatikan kelestarian
alam. Menebang pohon mangrove juga menggunakan pakan pur, bisa menyebabkan
pengendapan di dasar air. "Intinya, keramba di sini juga turut
memperhatikan soal kelestarian alam. Budidaya yang dilakukan tidak boleh sampai
merusak alam," tambahnya.
Saat ini, menurutnya, kurang lebih 40 orang telah ikut membuat
keramba. Balai Budidaya Perikanan juga siap untuk menjadi fasilitator kepada
para warga yang hendak membuka usaha budidaya ikan. Pendampingan ini dilakukan
dengan melakukan transfer ilmu dasar tentang budidaya ikan.
Setelah mengunjungi Balai Budidaya Perikanan, Panglima TNI juga
mengunjungi Batalyon Infanteri (Yonif) 733 Raider di Ambon. Kemudian memberikan
bantuan berupa sepeda motor klx 6 unit, beras @50 kg. 30 karung, mi instan 200
kardus dan gula @25 kg. 4 karung. Hadir pada acara tersebut Asops Panglima TNI,
Aslog Panglima TNI, Aster Panglima TNI, Kapuspen TNI, Pangdam XVI/Ptm dan
Kapolda Maluku Tengah.puspen/linda.





