Digital Ekonomi Nasional : Google Loon Project dan 1000 Teknopreneur
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/12/digital-ekonomi-nasional-google-loon.html
Jakarta (saunusantara) Hasil pertemuan Menkominfo, Rudi Rudiantara dengan Sergey Brin,
Owner Google, menyepakati untuk menindaklanjuti keinginan Presiden RI, Ir Joko
Widodo terkait Digital Ekonomi Nasional dengan target mencetak 1000
Teknopreneur hingga tahun 2020, sekaligus pemanfaatan Google Loon Project untuk
pedesaan, perbatasan, serta antar pulau.
Dalam pertemuan Menkoinfo menyampaikan meski
Presiden Jokowi tidak hadir ke Silicon valley Akhir Oktober 2015 lalu, namun
Presiden sangat concern terhadap bagaimana memajukan digital ekonomi nasional
agar menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Dan Sergey Brin menyambut baik akan hal ini
dan merupakan hal yang bagus memajukan digital economy. Khususnya Indonesia
sudah ada beberapa yang sangat cepat berkembang seperti aplikasi terkait
transportasi. Disamping Google pun mendorong aplikasi- going global.
Bagi Indonesia untuk menjadi digital economy
yang terbesar di Asia Tenggara, yaitu dengan menciptakan 1000 teknopreneur
sampai tahun 2020. Di sinilah google dapat berperan untuk menciptakan
bibit-bibit (seed) startup sehingga mereka dapat menjadi teknopreneur, jelas
Rudiantara.
Oleh karenanya Sergey sangat mendukung hal
ini dan akan menambah target program pengembangan teknopreneur di Indonesia
sehingga membantu penciptaan sebagian dari 1000 startup tersebut.
Di sisi lain, Menkoinfo menyampaikan juga
bahwa tidak hanya sisi aplikasi dan network tetapi juga dari sisi device. Dalam
hal ini bagaimana menciptakan handset smartphone yang sangat murah untuk
country region di Indonesia, salah satunya memanfaatkan AndroidOne.
Menyambut hal itu, Sergey sangat antusias dan
akan membantu upaya-upaya
Indonesia dalam menciptakan device murah. Bahkan Google Loon Project, akan
diadakan trial selama tahun 2016 di Indonesia mendatang bekerjasama dengan
3 operator selular di pita frekuensi 900 MHz yaitu Telkomsel, Indosat
dan XL Axiata.
Dengan prinsip Google tidak akan pernah
dan tidak menjadi operator baru, melainkan hanya sebagai
penyedia teknologi "tower dan eNodeB (BTS) di angkasa". Sehingga
Google Loon Project Trial ini hanya digunakan untuk kepentingan komunikasi saja
dengan batasan-batasan yang tegas dan jelas.
Bagi Indonesia, solusi Google Loon
merupakan solusi alternatif dan komplementer penetrasi Broadband 4G di
daerah perdesaan rural, perbatasan maupun di wilayah-wilayah pantai, dan
maritim serta pulau-pulau dan laut di antaranya, untuk memberikan
konektivitas broadband 4G yang memadai dan terjangkau bagi masyarakat. Di
mana melalui metoda konvensional tower terrestrial, hal tersebut sulit
dilaksanakan.
Dengan
kata lain, Indonesia akan serius menata Fixed Broadband tahun 2016 nanti.
Kominfo telah mempelajari inisiatif Google Fiber di mana terjadi kerjasama
yang sangat baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Amerika
Serikat dan penyelenggara TIK termasuk Google dengan prinsip open access,
non diskriminatori serta partisipasi semua stakeholder, kemudahan
"right of ways" serta manfaat layanan Fixed Broadband bagi
masyarakat setempat.
Selanjutnya Kominfo ingin mempelajari
model kerjasama seperti Google Fiber tersebut untuk dapat dijadikan salah
satu refernesi percepatan pembangunan Fixed Broadband di Indonesia. Handset
Android 4G murah, menjadi tujuan kebijakan Kominfo pada tahun 2017 nanti
agar handset 4G untuk layanan Brodaband bisa terjangkau oleh masyarakat.
Kominfo mengharapkan Google bisa membantu bekrejasama dengan ekosistem manufaktur lokal maupun pengembang aplikasi di tanah air untuk memberikan solusi handset 4G murah...sebagaimana pernah dilakukan dalam inisiatif Android One beberapa waktu lalu, tukas Rudiantara.rul/mdtj.





