IFFSRV Promosikan Ekonomi Kreatif Indonesia
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/08/iffsrv-promosikan-ekonomi-kreatif.html
Jakarta (SatuNusantara)- Didirikan oleh Damien Dematra dan dipimpin oleh Arie Rahmadani. dengan Ibu Dr. BRA Moeryati Soedibyo sebagai sesepuh. iHebat International Volunteers bertujuan untuk mempromosikan Indonesia, khususnya ekonomi kreatif, ke berbagai penjuru dunia.
Diantaranya dalam kegiatan International Film Festival for Spirituality, Religion, and Visionary (IFFSRV) yang di gelar kedua kalinya, festival yang mengangkat tema-tema tentang toleransi, religi, spiritual, dan visioner ini menganugerahi para sineas mancanegara untuk jadi Duta Ekonomi Kreatif Indonesia.
Pelantikan yang dilakukan di Pusat Kebudayaan Rusia itu, Dr. BRA Mooryati Soedibyo sebagai sesepuh iHebat berpesan agar para sineas ini dapat mempromosikan Indonesia di negaranya masing-masing.
Ada 711 film dari seluruh dunia ikut serta, Damien Dematra, founder dan director International Film Festival mengatakan bahwa salah satu pertimbangan utama pemilihan film terbaik dalam festival ini merujuk pada tujuan festival yang antara lain adalah mempererat toleransi antar agama, membangun hubungan yang sehat dalam masyarakat, serta mempererat komunikasi dengan Sang Khalik; terlepas dari perbedaan jenis kelamin, agama, ras, dan status ekonomi.

IFFSRV adalah sebuah film festival berskala internasional pengusung tema toleransi, yang diadakan oleh anggota masyarakat yang tidak mendapat tugas dari pemerintah. Festival ini bekerja sama dengan Film Festivals Alliance dan sisters festival dan partner-partner festival internasional yaitu International Film Festival for Documentary, Short, and Comedy, International Film & Photography FESTIVAL, Documentary and Short International Movie Award, dan Filmmakers of the Year Film Festivals, dan mendapat dukungan penuh cinema XXI, Russian Culture Center, GAIB, Gerakan Peduli Pluralisme (GPP), IWAPI melalui Ketua Umumnya, Elza Syarief, dan iHebat International Volunteers (Relawan Indonesia Hebat) yang bertujuan mempromosikan ekonomi kreatif Indonesia.
Sementara Elza Syarief dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa IWAPI ingin bergabung dan mendukung perfilman di Indonesia. “Indonesia menganut filosofi yang tinggi yaitu Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti walau kita berbeda-beda baik suku, budaya, agama, dan kepercayaan, namun di Indonesia tumbuh subur perdamaian dan rasa toleransi yang tinggi. Dengan diangkatnya sikap dan pandangan hidup orang Indonesia ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi kedamaian dunia dan mengeliminasi diskriminasi di dunia," ungkapnya.
Sedangkan Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro dari Forum Silaturahim Keraton se-Nusantara (FSKN) berharap pentingnya ekonomi kreatif sebagai industri besar didalam mengembangkan budaya lokal, kuliner, dan tradisinya. Jika Anda datang ke Papua, Padang, Toraja, kemudian disebar untuk mendokumentasikan walaupun tanpa sponsor namun dapat datang.
Pemenang Festival IFFSRV: Nobody, garapan sutradara muda Kanada yang telah memenangkan banyak penghargaan, Jonathan Dubsky. Nobody bercerita tentang kekosongan jiwa seorang wanita yang secara kasat mata memiliki segalanya: tunangan yang tampan dan berprestasi, harta, dan kecantikan. Namun saat melihat seorang wanita tuna wisma di pinggir jalan yang hidupnya papa namun sangat bahagia, hatinya yang selalu merasa ‘ada sesuatu yang kurang’ menjadi terusik. Dan ia akhirnya mendalami apa arti sejati menjadi ‘nobody’.
The Lady in Number 6, salah satu film pemenang festival IFFSRV, setelah berjaya di Jakarta, melaju dan meraih piala Oscar 2014 di Hollywood. Diharapkan Nobody juga bisa mengikuti jejaknya. (sn. foto:ist



