Panglima TNI : Janganlah Berhenti Sebagai Sebuah Kebanggaan Semata
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/05/panglima-tni-janganlah-berhenti-sebagai.html
Jakarta
(satunusantara) Rasa bangga ini janganlah berhenti sebagai
sebuah kebanggaan semata mengingat masih ada tantangan tersendiri yakni
bagaimana bisa mempertahankan reputasi dan bahkan untuk lebih meningkatkan
lagi. Kita semua paham, bahwa reputasi tidak dibangun dalam sehari, tetapi
bertahun-tahun dan harus dipelihara secara terus menerus. Demikian disampaikan
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam upacara Korps Kenaikan Pangkat
12 Perwira Tinggi (Pati) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga
menyampaikan bahwa, Kriteria untuk mencapai pangkat Perwira Tinggi adalah
adanya capaian keberhasilan melaksanakan tugas, sehingga reputasi individu dan satuan
dimana ia bertugas sungguh diakui dan layak diapresiasi. Dari situ kemudian
mengalir penghargaan sekaligus kehormatan untuk menyandang pangkat lebih tinggi
bagi para perwira.
Salah satu cara menjaga
reputasi menurut Panglima TNI adalah dengan melaksanakan setiap tugas dengan
sebaik mungkin, dengan menyikapi setiap permasalahan dan tantangan yang timbul
secara arif bijaksana, penuh dedikasi dan integritas diri sebagai seorang
prajurit. Kalimat itu yang mudah diucapkan, namun faktanya tidak semudah membalik
telapak tangan. Semua memerlukan perjuangan dan konsistensi, karena di kancah
itulah seorang perwira akan diuji kualitas dan kapabilitas keperwiraannya.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
juga mengingatkan bahwa, kondisi dari hari ke hari tantangan TNI bukan semakin
ringan dan semakin tinggi dan mendapat sorotan secara terus menerus dari
berbagai kelompok masyarakat, baik yang membanggakan TNI maupun yang tidak
menyukai TNI. Oleh karena itu, Panglima TNI mengajak kepada para perwira
sekalian untuk terus cermat menyikapi setiap dinamika perkembangan yang terjadi
di tanah air. Sekecil apapun langkah dan tindakan kita, sesungguhnya menjadi
pertaruhan kita semua, sehingga TNI harus menyiapkan strategi yang tepat yang
menjadi barometer keberhasilan dalam menjaga kelangsungan hidup bangsa dan
negara.
Kepada para Perwira Tinggi
yang mendapatkan kenaikan pangkat dan memimpin unit-unit kerja terkait,
Panglima TNI menyampaikan untuk menuangkan pemikiran-pemikiran cerdas,
inovatif, dan produktif guna disampaikan kepada pimpinan TNI. Semua itu tentu
yang terkait dengan penguatan peran dan tugas TNI dalam menjaga stabilitas
keamanan nasional.
Adapun para Pati TNI yang
naik pangkat tersebut terdiri dari : TNI AD 3 orang yaitu : Brigjen TNI
Djuhendi Sukmadjati (Kapusmasmil Banbinkum TNI), Brigjen TNI Yan Pulung (Kepala
Pusat Pengolahan Data Personil BIN) dan
Brigjen TNI D.A.K. Wirawati, S.H.
(Waka Babinkum TNI )
TNI AL 4 orang yaitu :
Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., MH, (Kabakamla), Laksma TNI Iwan Isnurwanto,
M.AP., M.Tr. (Han) (Pati Sahli Kasal Bid. Soskumdang), Laksma TNI Dri Suatmaji, M.Tr (Han) (Pati
Sahli Kasal Bid. Sumda Hanneg) dan Laksma TNI Sutoyo (Pati Sahli Kasal Bid. Ekojemen).
TNI AU 5 orang yaitu :
Marsda TNI Herry Irsal (Wairjen TNI), Marsma TNI Sri Mulyo Handoko, S.I.P.,
M.AP. (Danlanud Halim PK), Marsma TNI dr. Didik Kestito, Sp.BU., MM.Rs. (Ka
RSPAU dr. Hardjolukito), Marsma TNI Aan Sunara (Irlog itjen Kemhan) dan Marsma
TNI Johannes Berchmans SW (Wagub AAU).
Turut Hadir dalam acara
tersebut antara lain : Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade
Supandi, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit
Herdiawan, M.B.A., M.P.A., Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Andogo Wiradi,
para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI.puspen/linda.





