Forum Silaturahmi Perkuat Hubungan Emosional
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/05/forum-silaturahmi-perkuat-hubungan.html
Jakarta
(satunusantara) Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI
Mayjen TNI Wiyarto menyelenggarakan Forum Silaturahmi dengan Keluraga Besar TNI
(KBT) yang diikuti oleh 1.400 orang Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata
Indonesia (PEPABRI) terdiri dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) :
500 orang, Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) : 250 orang, Persatuan
Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) :250 orang, Pemuda Panca Marga (PPM) : 150
orang dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri
(FKPPI) : 250 orang di Panti Prajurit Balai Soedirman, Jakarta Selatan.
Silaturahmi tersebut
mengusung tema “Bersama Rakyat TNI Mengawal NKRI Menuju Indonesia Emas”. Forum
silaturahmi ini untuk memperkuat hubungan emosional antara prajurit TNI yang
masih aktif dengan para sesepuh, senior dan KBT serta sebagai wahana untuk bertukar
pikiran, saling berbagi informasi dan membangun kebersamaan.
Aster Panglima TNI saat
membuka acara Silaturahmi mengatakan bahwa, untuk membangun kebersamaan
diantara kita semua. “Kita sebagai bagian dari anak bangsa saya yakin dari
orang tua kita inilah kita sekarang bisa berdiri negeri ini termasuk saya dan
pemuda semuanya bisa berdiri dan menikmati negeri ini,” kata Mayjen TNI
Wiyarto.
Dalam kesempatan tersebut,
Mayjen TNI Wiyarto menyampaikan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
mengingatkan tentang ancaman nyata bangsa ini yang disebut dengan proxy war.
Aster Panglima TNI juga
menegaskan bahwa, dunia ini akan mengalami sebuah krisis pangan, krisis energi,
krisis air dan krisis papan. Akibat laju
pertumbuhan penduduk yang tidak terbendung lagi. Penduduk dunia pada tahun 2011
yang lalu sudah mencapai lebih dari 7 milyar jiwa dan di tahun 2045 akan
mencapai 12 milyar jiwa, padahal kapasitas bumi kita ini maksimal idealnya 4
milyar jiwa.
“Akan terjadi sesuatu yang
luar biasa perebutan kepentingan yang luar biasa. Kita akan menghadapi krisis
pangan dan titik kritis dimana terjadi tidak keseimbangan ketersediaan makanan
dengan jumlah penduduk di dunia. Sedangkan titik kritis tersebut sudah dimulai
tahun 2011 yang lalu,” ujar Mayjen TNI Wiyarto.
Lebih lanjut Aster Panglima
TNI menyampaikan, akibatnya terjadi kemiskinan, kelaparan dan gizi buruk serta
itu terjadi diberbagai belahan dunia. Tetapi tidak menutup kemungkinan inilah
kenapa TNI melakukan pendampingan dibidang pertanian, bukan karena ingin
mengambil alih dibidang pertanian tetapi kita mengharapkan negara kita, para
petani ini tidak meninggalkan pertaniannya.
“Petani kita harus diberi
semangat agar mereka tetap menjadi petani yang baik, bagi pupuk yang disubsidi
dari pemerintah sampai ke masyarakat dan bibit unggul bantuan dari pemerintah
sampai ke masyarakat. Kemudian setelah panen harganya juga sesuai dengan
standart pemerintah,” tegas Mayjen TNI Wiyarto.
Diakhir sambutannya Mayjen
TNI Wiyarto menyampaikan bahwa, sesuai arahan Panglima TNI perlu untuk
penguatan dibidang pembinaan teritorial, penguatan tersebut dilaksanakan
melalui pembentukan staf teritorial nanti di Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Jadi nanti Kasal dan Kasau mempunyai Aster. “Hanya dengan teritorial kita bisa
masuk ke semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Disitulah kita memiliki
payung hukum untuk berkomunikasi sosial,
kalau ada pemikiran untuk pembubaran teritorial itu sama dengan memutus
hubungan kita dengan rakyat, memutus hubungan dengan seluruh komponen bangsa,”
pungkasnya.
Hadir pada acara tersebut
antara lain, Danpusterad Mayjen TNI H. Susanto, Kapusjarah TNI Brigjen TNI
Darwin Haroen, S.IP., Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Gatot Triswanto,
Waaster Kasad Brigjen TNI Marga Taufiq, S.H, M.H., Danlanud Halim Marsma TNI
Sri Mulyo Handoko dan Deputi Direktur bidang Rehabilitasi BNN Brigjen Pol
Oetari Poernamasari, SAP., M.A.puspen/linda.



