Pangkolinlamil Tegaskan Sinergitas antara TNI - Polri dan Pemda Jaga Keamanan Ibukota
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/04/pangkolinlamil-tegaskan-sinergitas.html
Jakarta
(satunusantara) Panglima Komando Lintas Laut Militer
(Kolinlamil) Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos. menegaskan perlunya peningkatan
soliditas antar instansi dalam menjaga keamanan ibukota DKI Jakarta. Apel yang
dihadiri oleh seluruh elemen TNI dan Polri serta Pemerintah Provinsi (Pemprov)
DKI Jakarta itu digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.
Dalam apel Forum Komunikasi
Pimpinan Daerah (Forkompinda DKI Jakarta )itu, Panglima Kolinlamil Laksda TNI
Aan Kurnia, S.Sos. bertindak sebagai inspektur upacara.
Panglima Kolinlamil dalam
amanat upacaranya mengatakan, apel tersebut bentuk sinergitas yang baik antar
beberapa unsur yang ada di Ibu Kota, seperti TNI, Polri dan Pemprov serta
komponen cadangan lainnya.
Untuk mengatasi masalah yang
ada di negara kita khususnya di ibukota, menurutnya, memerlukan sinergitas dan
koordinasi yang baik dari seluruh elemen bangsa baik TNI, Polri dan Pemerintah
Daerah (dalam hal ini DKI Jakarta).Segenap Prajurit TNI, Polri, aparat
pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta dan komponen lainnya untuk menjaga dan memelihara
serta membangun soliditas dalam menangani masalah keamanan, penanganan konflik
sosial, penanggulangan terorisme dan radikalisme, termasuk premanisme, yang
mengganggu dan meresahkan masyarakat.
“Jakarta sebagai tempat
pertarungan politik, ekonomi dan sosial dan kepentingan lainnya sekaligus
barometer Indonesia dalam kacamata Internasional, harus kita jaga bersama
karena mengandung potensi kerawanan sosial dan politik. Untuk itulah kita harus
dapat mencegahnya jangan sampai terjadi kerawanan konflik sosial” tandas
Pangkolinlamil.
Lebih lanjut Pangkolinlamil
mengatakan, kepada kepada segenap Prajurit TNI, Polri dan aparatur negara
lainnya, untuk melindungi diri dan keluarganya dari ancaman Narkoba. Pemerintah
telah mengeluarkan pernyataan perang terhadap Narkoba, karena Narkoba adalah
kejahatan luar biasa.
Pada aspek lain, orang nomor
satu dijajaran mengingatkan sekaligus
menekankan kepada segenap Prajurit TNI, Polri dan aparat pemerintah daerah
Provinsi DKI Jakarta khususnya untuk senantiasa peka dan waspada terhadap
aliran-aliran yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme. Berbagai kegiatan
kelompok ideologi radikal juga sedang marak. Munculnya atribut-atribut palu
arit, bisa di sepatu, kaos, baju, spanduk, atau lainnya, merupakan indikasi
bertebarannya ideologi radikal yang patut diwaspadai. Kemasan pagelaran
kesenian bernuansa komunis dan sejenisnya, adalah salah satu wujud nyata
gerakan ideologi radikal yang harus kita cermati.
Begitu pula dengan aksi-aksi
terorisme, yang masih melakukan gerakan baik tersembunyi atau terbuka. Kini
terorisme merupakan salah satu ancaman yang masih terkendali dan terjadi secara
sporadis, namun harus dinilai bahwa sekecil apapun aksi terorisme adalah
gangguan terhadap rasa aman masyarakat dan gangguan terhadap proses
pembangunan. Oleh karena itu, diharapkan semua komponen bangsa harus memiliki
rasa kepedulian, kepekaan, kewaspadaan dan fokus pada upaya pencegahan, serta
penanggulangan terorisme.
“Kita semua harus selalu
mewaspadai setiap ancaman dan gangguan aksi terorisme khususnya di wilayah DKI
Jakarta”, tegas Alumni AAL 1987 ini menutup sambutannya.
Apel bersama ini dihadiri
oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Pangdam Jaya Mayjen TNI
Teddy Lhaksmana, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Moechgiyarto, Danpuspomad
Mayjen TNI Dedy Iswanto, S.E., Kasarmabar Laksma TNI Yudo Margono, perwakilan
pejabat TNI AU dan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan aparat
Pemprov DKI Jakarta.penkolinlamil/linda.




