Rizal Ramli : Pemerintah Tetap Fokus Bangun 10 Destinasi Wisata
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/02/rizal-ramli-pemerintah-tetap-fokus.html
Jakarta (satunusantara) Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya
Rizal Ramli kembali menegaskan rencana
pemerintah untuk membangun 10 destinasi wisata selain Bali yang mulai
dikerjakan pada tahun 2016 ini.
Salah satunya menurut Menko Rizal, Mandalika,
Nusa Tenggara Barat, akan menjadi satu dari 10 (sepuluh) lokasi atau destinasi
pariwisata yang akan dikembangkan pemerintah.
"Dulu kami pelajari kenapa ada Departemen
Pariwisata, budget tiap tahun ada tapi kenapa yang berkembang cuma Bali?
Akhirnya kami ketahui bahwa buget yang ada itu dibagi ke 60 sampai 80 lokasi
jadi sedikit-sedikit sehingga pada akhirnya ngga ada yang berkembang sama
sekali," ujar Rizal saat meninjau Pelindo III, di Lombok, Nusa Tenggara
Barat (NTB).
Oleh sebab itu, Menko Rizal menekankan saat ini
harus fokus membangun 10 destinasi wisata, sehingga dana yang disiapkan
pemerintah dapat menciptakan momentum pembangunan pariwisata di tanah air.
"Begitu kami masuk, kami ubah strateginya,
ngga boleh ada lagi bagi - bagi uang, supaya dananya cukup untuk membangun
airport, infrastruktur, jalan dan lain - lain karena kalau 10 destinasi ini
jadi tentunya akan membawa keuntungan," tegasnya.
Untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan
mancanegara dan wisatawan domestik, pemerintah juga telah memberlakukan bebas
visa bagi 160 negara, hal itu menurut Rizal untuk memudahkan orang menjadi turis
di Indonesia.
Namun diakui Rizal, Lombok, NTB, masih kurang
aman dan nyaman bagi turis asing, lantaran masih banyaknya kasus kriminal yang
kerap melanda wisawatan. Padahal dikatakan Rizal akan menjadi percuma
pembangunan fasilitas di sebuah destinasi wisata jika keamanan dan kenyamanan
tidak diperoleh para wisawatan.
"Kami tadi telepon Direkturnya Mandalika ya,
untuk segera bangun pos pos polisi gitu, karena percuma bangun kawasan tapi
orang ngga nyaman dan aman, semoga dikerjain ya," pungkasnya.
Selain itu, pemerintah juga mempermudah izin
masuk kapal wisata Cruise dan Yacht, yang dulunya membutuhkan waktu 2-3 bulan,
saat ini dijelaskan Rizal, kurang dari 5 haripun izin untuk Cruise dan Yacth
sudah selesai.
Meski demikian, dalam pembangunan 10 destinasi
wisata tersebut, diakui Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era
Presiden Abdurahman Wahid ini, masih banyak hal yang perlu dibenahi. Rizal
mencontohkan seperti Mandalika, yang ternyata masih di bawah management Bali
Nusa Dua.
"Kami ingin pisahkan supaya satu lokasi
hanya ada satu managment jadi nanti Lombok Tourism Opportunity karena di Bali
kan sudah ada Nusa Dua Tourism, sehingga direksinya ngga perlu bolak balik dan
konsentrasi di sini," ujarnya.
Dalam kurun waktu satu bulan, Menko Maritim dan
Sumber Daya Rizal Ramli berjanji akan menghadirkan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono guna menagih komitmen pembangunan jalan
tolnya, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan sehingga jelas mengenai persoalan
marina dan pelabuhannya serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti
Nurbaya, untuk pembangunan pengembangan ecotourism.
"Karena sebagian tanah itu milik kehutanan dan saya ingin Pak
Bupati itu jangan cuma minta tanahnya aja tapi minta apa yang mau dilakulan,
kalau kita minta untuk mengembangkan ecotourism saya yakin Bu Menteri LHK akan
setuju," paparnya.
Lebih lanjut, Menko Rizal mengatakan pemerintah
juga akan melakukan pengembangan otorita di setiap wilayah. "Di sini sudah
ada Mandalika, jangan bangun hotel disini karena ngga bener, mending bangun
design lay outnya dan sediakan basic infrastruktur kemudian undang investor
supaya dia invest disini," ungkapnya.
Sejumlah peraturan yang dirasa mempersulit bagi
keberlangsungan peningkatan pariwisata Indonesia khususnya Lombok ini ditekan
Rizal juga akan dihapus.
"Kami dapat tugas dari Presiden Jokowi untuk
menyederhanajan aturan - aturan. Saya percaya Lombok ini pantainya lebih indah
daripada pantai-pantai lain, oleh karena itu saya minta Pak Bupati agar bisa
membina rakyatnya sehingga bisa memanfaatkan fasilitas dan diajari
integritas," kilahnya.
Rizal mengungkapkan banyak hal yang dapat
dilakukan di pelabuhan Pelindo III, Lombok, NTB ini, namun yang terpenting
adalah ketersediaan air bersih, karena wisatawan sangat membutuhkan air bersih.
Pariwisata, dijelaskan Rizal sangat cepat untuk membuka peluang lapangan
pekerjaan, oleh karena itu Rizal mengajak seluruh masyarakat di Lombok, NTB
untuk bersama - sama membantu membenahi sistem pariwisata di daerah tersebut.linda.




