Percakapan 'Seni' Entang Wiharso dan Sally Smart

Tertawalah selagi Gratis
video-shooting-dan-fotografi
Video Shooting & Fotografi
Mengabadikan Momen, Menceritakan Cerita — Solusi Profesional untuk Video Shooting & Fotografi Anda.
0813-1615-8974
Info Lengkap
Jakarta (satunusantara) Galeri Nasional Indonesia dan Galeri Canna mempersembahkan Conversation: Endless Acts in Human History – pameran Seniman dari Indonesia Entang Wiharso (b. 1967) dan seniman dari Australia Sally Smart (b. 1960). Pameran ini resmi dibuka pada 14 Januari 2016 dan berlangsung hingga 1 Februari 2016.

Conversation: Endless Acts in Human History merupakan kolaborasi unik antara dua seniman, yang bertemu di Melbourne pada tahun 2012 yang kemudian menjadi teman dekat sejak itu. Setelah berhasil dengan karyanya masing-masing, untuk pertama kalinya Wiharso dan Smart bekerja sama dalam pameran skala besar seperti ini. Berdialog untuk mengupas masing-masing karya dari Wiharso dan Smart, Conversation menghargai kehebatan sinergi dan perbedaan budaya dalam karya mereka. Dipamerkan di ruang utama Galeri Nasional Indonesia, Conversation akan menampilkan seni patung, lukisan dan instalasi yang kuat dengan metodologi teknik yang bervariasi, juga dengan karya yang berhasil menghantarkan kesuksesan karir Wiharso dan Smart.


Conversation: Endless Acts in Human History dengan dialog dan diplomasi sebagai sistem yang saling berhubungan, telah diproduksi dan direproduksinya aspek sosial dan budaya, yang pada akhirnya tertanam dalam individu, institusi dan states. Pada konteks ini, Wiharso dan Smart menjelajahi kompleksitas dari hubungan personal (terdiri dari tanggapan/tindakan/reaksi/interaksi), praktek kreatif dan tingkatan sosial juga aksi artistik. Menjelajahi hubungan konsep dan praktek formal mereka melalui ide-ide dan gambaran identitasnya serta politiknya, dengan merepresentasikan tubuh, organ  dan dunia alamiah, karya-karyanya melintasi tematik dan teknik.

 Wiharso mengatakan, “Saya dan Sally  berbagi bermacam ketertarikan dan sering ide-ide yang khusus kerap muncul di dalam orientasi yang berbeda dalam karya kami, seperti tubuh dan organ, perbatasan dan tepian, sejarah, kolonisasi, dunia seni dan politik seni. Dan kami berdua menggunakan metodologi memotong (cutting)  sebagai aksi konseptual (conceptual act) dalam  praktik kesenian kami.”

Karya dalam pameran ini akan mengetengahkan kemiripan dan perbedaan dari praktik antara kedua seniman yang mana kehidupan dan praktik keseniannya terefleksikan  begitu mendalam pada persoalan sosial, budaya, emosional, juga hubungan geografis dan sinergi. Conversation menggemakan hubungan kedua seniman tersebut, dan hubungan mereka dengan kelompok yang tua dan baru, organisasi dan institusi. Smart menekankan, “Ini merupakan sebuah tindakan kepercayaan dan pertemanan, sebuah percakapan antara kedua seniman, untuk menciptakan pameran yang berbicara melebihi kemampuan kita.”

Sejak mendapatkan perhatian dunia internasional setelah pameran untuk   Indonesian Pavilion pada The 51st Venice Biennale 2005, Venice, Italia, Wiharso telah menempatkan sebuah bahasa pribadi yang kuat pada karyanya untuk mengekspresikan ide-idenya tentang identitas, kebenaran sejarah dan narasi sosial. Dalam karya Wiharso, pengalaman pribadinya kerap digunakan untuk menjelajahi kondisi sosial -politik negaranya, seperti kecintaan, kebencian, fanatisme, agama, dan ideologi. Dalam karya utama seperti Chronic Satanic Fences, 2010, sebuah karya monumental berupa pagar besi yang diperkuat dengan umpak tradisional dari kayu seperti yang sering di pakai untuk kontruksi rumah Joglo menjadi bagian dari voyeuristik  Impuls dimana Wiharso mempresentasikan figur yang menyeramkan dan berbasis binatang dengan mencoba menjebol kolom besi; sebuah studi yang menyatakan seberapa mendalam keinginan dan kekuatan moral yang terpeleset ke fanatisme dan kecaman.

Sally Smart, salah satu seniman kontemporer penting dari Australia, telah berkarya dengan melibatkan identitas politik, ide yang berkaitan dengan tubuh, rumah dan sejarah. Dikenal untuk karya instalasi dengan merakit, montase atau penggabungan yang besar dengan teknik   potong dan penggunaan seni performance dan videonya, Smart memamerkan karyanya di berbagai belahan dunia secara rutin. Dalam pameran Conversation, Smart sekali lagi akan memamerkan The Exquisite Pirate, 2005-2010, yang dikembangkan sebagai sebuah ide melalui berbagai iterasi global, dan menggambarkan bajak laut wanita sebagai metafora terhadap isu global kontemporer seperti isu identitas pribadi dan sosial, ketidakstabilan budaya, imigrasi dan hibriditas.

Salah satu karya seni kontemporer Australia  yang terbaru, The Exquisite Pirate, mencerminkan simbolisme kapal dan relevansinya dengan wacana pra-kolonial dan implikasi terhadap keadaan kini  juga sejarah Australia. Juga karya barunya yang akan dipamerkan merupakan respon saat tinggal di Black Goat Studios Yogyakarta milik Entang wiharso.

Sebuah karya yang monumental, Global Garden, 2015, merepresentasikan sebuah pertunjukan yang digambarkan melalui gabungan potongan dan elemen fotografi juga komponen video, menggabungkan seri terbarunya ‘The Choreography of Cutting.’ Instalasi terbarunya, Jogja House/Daughter Architect, 2015, mencerminkan abstraksi dan merepresentasikan detil rumah Indonesia / teras / taman / struktur, dirakit dan dibangun dalam gambar dua dimensi, dan dihubungkan dengan ruang teater semacam untuk pertunjukan atau panggung wayang. Penerima berbagai penghargaan, Smart telah menjadi Sackler Fellow Artist-in-Residence di the Art and Art History department of the University of Connecticut, mendapatkan penghargaan sebagai dewan persahabatan di Australia, merupakan dewan senior di the School of Art, VCA & MCM, Universitas Melbourne, dan mendapatkan penghargaan a major public art commission, 2012 -2014, Shadow Trees, Buluk Park, Melbourne, Australia.


Conversation: Endless Acts in Human History diorganisir oleh Galeri Canna dengan kurator Suwarno Wisetrotomo (IDN) dan co-kurator Natalie King (AUS). Katalog bewarna dengan esai dan wawancara akan diterbitkan bersama dengan pameran.linda.

Konsultan HRD

Related

News 7049364023485958550

Post a Comment

emo-but-icon

item