Kasum TNI Buka Rapat Koordinasi Personel TNI
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/01/kasum-tni-buka-rapat-koordinasi.html
Jakarta (satunusantara) Dalam organisasi modern, peran personel
sangat vital dan sentral dalam menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dan
sasaran organisasi. Peran pejabat personel selaku motor penggerak organisasi
menuntut kondisi personel yang profesional dan mampu menjabarkan strategi dalam
mewujudkan tujuan organisasi. Oleh karena itu, para pejabat personel
memiliki peran dan pengaruh yang besar untuk mencetak kondisi para personel TNI (Prajurit
dan PNS) yangmemiliki loyalitas, moralitas dan integritas yang
tinggi dalam rangka mewujudkan TNI yang kuat, hebat, profesional, dan
dicintai rakyat yang menjadi visi pimpinan TNI.
Hal tersebut dikemukakan
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan M.P.A., M.B.A pada
saat membuka Rapat Koordinasi Personel TNI tahun 2016, dengan tema “Menyinergikan System Pembinaan Personel
Untuk Meningkatkan Loyalitas, Moralitas Dan Integritas Sebagai Landasan Dalam
Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Professional Dan Dicintai Rakyat’’ yang diikuti
oleh 138 personel TNI (AD, AL, AU), bertempat di Aula Gatot Subroto, Mabes
TNI, Cilangkap, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut,
Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan M.P.A., M.B.A menekankan,
agar temaRapat Koordinasi Personel (Rakorpers) tersebut jangan hanya
menjadi slogan semata, namun dapat betul-betul dipahami esensi dari kata-kata
“loyalitas, moralitas dan integritas” menjadi sangat penting dan harus menjadi
perhatian.
“Tema ini harus menjadi
intropeksi internal dan pernyataan serius akan niat, tekad, dan motivasi kita
sebagai pejabatpembina personel TNI untuk meningkatkan sinergitas kinerja pembinaan
personel, sehingga setiap personel TNI kembali ke hakekat jati dirinya
yang memiliki semangat, militansi, kemampuan, keahlian, dan keterampilan yang
dilandasi nilai-nilai loyalitas, moralitas dan integritas yang tinggi untuk
melaksanakan tugas TNI,” tegas Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.
Kasum TNI juga
menyampaikan bahwa, tugas-tugas
TNI ke depan tidaklah semakin ringan, tetapi akan semakin berat dan kompleks.
Beban tugas dan kompleksitas permasalahan yang akan dihadapi ke depan secara
otomatis akan berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan personel TNI yang
lebih kompleks pula. “Oleh karena itu sistem
pembinaan personel juga harus dinamis, fleksibel dan visioner dalam memprediksi
dan mengantisipasi kebutuhan personel dan bagaimana pembinaan personel yang
tepat untuk menghadapi kompleksitas ancaman dan permasalahan yang mungkin
terjadi di depan,” ujarnya.
Menghadapi permasalahan
tersebut, Rakorpers TNI sangatlah penting untuk lebih memantapkan
sinergitaspelaksanaan kegiatan pembinaan personel di lingkungan TNI, dalam
rangka mendukung terwujudnya kondisi personel TNI yang memiliki loyalitas,
moralitas dan integritas yang tinggi dan militan.
“Dalam Rakorpers TNI
kali ini, berbagai permasalahan menonjol yang dihadapi selama tahun 2015
untuk dijadikan bahan evaluasi dan dicarikan solusi terbaik untuk
tahun mendatang, guna terciptanya sinkronisasi dan koordinasi yang
sinergis dalam pembinaan personel di seluruh jajaran satuan TNI,” pungkas Kasum
TNI.puspen/linda.



