Prajurit TNI amankan Bahan Peledak di Afrika Tengah
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/12/prajurit-tni-amankan-bahan-peledak-di.html
Jakarta (satunusantara) Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan
Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional
Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah
pimpinanLetkol Czi Denden Sumarlin S.E., sebagai Komandan Satgas
(Dansatgas), berhasil mengamankan bahan peledak atau UXO (Un Exploded Ordnance) yang masih aktif disekitar daerah Bossangoa, Mpoko-Bangui,
Central Afrika Republik (CAR).
Penemuan bahan peledak
oleh Prajurit TNI tersebut, berawal ketika Force Commander of Minusca memberikan
perintah (Frago) kepada Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca Letkol
Czi Denden Sumarlin, S.E., untuk melaksanakan sterilisasi atau pembersihan bahan
peledak dan berbagai jenis ranjau di daerah Bossangoa, Afrika Tengah.
Menindak lanjuti
perintah tersebut, Dansatgas Kizi TNI memerintahkan Wadansatgas Mayor Czi Eko
Cahyo, S.E. untuk segera mengirimkan Tim Jihandak ke daerah Bossangoa.
Selanjutnya, Wadansatgas Kizi TNI melalui Pasi Ops Kapten Czi Ari Setiawan
langsung menerjunkan 7 personel Tim Jihandak Konga XXXVII-B/Minusca yang
dipimpin Letda Czi Try Aviyananto untuk segera berangkat ke Bossangoa yang
berjarak kurang lebih 380 Km dari Camp Kontingen Garuda di Mpoko-Bangui,
Afrika.
Menurut Dansatgas Kizi
TNI Letkol Czi Denden Sumarlin, S.E., didampingi Wadansatgas Mayor Czi Eko
Cahyo, S.E., yang meninjau langsung ke lokasi diamankannya bahan peledak
tersebut mengatakan, kemungkinan bahan peledak ini sisa-sisa dari kerusuhan,
sehingga masyarakat di daerah sekitar takut untuk melaksanakan kegiatan,
karena banyak terdapat ranjau atau bahan peledak yang masih aktif.
Selama pencarian bahan
peledak, tim Jihandak Pasukan Garuda di kawal oleh pasukan UN dari Kontingen
Batalyon Camerun sejumlah 1 Peleton. Setelah dua hari (29
s.d 30 Desember 2015) melaksanakan pencarian, Tim Jihandak Satgas
Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca berhasil menemukan bahan peledak, 2
pucuk senjata rakitan dan 1 ranjau anti personel yang masih aktif, dan diserahkan
ke Minusca (Kontingen Camerun) yang berada di Bossangoa.
Diduga masih banyak
wilayah di Afrika Tengah yang terdapat ranjau atau bahan peledak aktif,
sisa-sisa dari kerusuhan. Selama pencarian serta pembersihan ranjau,
tim Jihandak Pasukan Garuda mendapat respon yang positif dan disambut
gembira oleh masyarakat di Bossangoa.
Mengantisipasi kejadian
yang tidak diinginkan berkaitan dengan bahan peledak dan ranjau, Dansatgas Kizi
TNI Konga XXXVII-B/Minusca Letkol Czi Denden Sumarlin, S.E. menghimbau
kepada seluruh anggota yang melaksanakan tugas di lapangan agar tetap
berhati-hati.puspen/linda.



