Panglima Kunjungi Prajurit TNI di Pedalaman Papua
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/12/panglima-kunjungi-prajurit-tni-di.html
Jakarta (satunusantara) Usai
melaksanakan peninjau langsung pembangunan jalan Mumugu-Wamena, Panglima TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Fransen
G. Siahaan, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Nugroho Prang Sumadi, Aster Panglima
TNI Mayjen TNI Wiyarto, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman dan Pangdam
XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian melakukan kunjungan kerja ke
Wilayah Timur Indonesia tepatnya di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua.
Pada
kegiatan kunjungannya ke Kabupaten Asmat, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo beserta rombongan mengunjungi Prajurit TNI yang sedang bertugas di
pedalaman Papua tepatnya Komando Rayon Militer (Koramil) 1707-08/Agats, dimana
sebelumnya meninjau pembangunan jalan dari Distrik Agats menuju Wamena.
Rombongan
Panglima TNI terbang dari Bandara Moses Kilangin, Timika menuju Distrik Agats
dengan menggunakan Helikopter dan mendarat terlebih dahulu di Distrik Ewer,
Kabupaten Asmat, serta mendapatkan sambutan yang luar biasa dari warga Distrik
Ewer dengan tarian dan nyanyian. Dengan beratribut lengkap, warga Distrik Ewer
mengantarkan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta rombongan menuju
dermaga, dimana sebelumnya Panglima TNI diberikan cinderamata berupa tas dan
ikat kepala khas suku Asmat.
Untuk mencapai Distrik
Agats, Panglima TNI beserta rombongan menggunakan Speedboat dari
Distrik Ewer dengan waktu tempuh 20 menit. Tinjauan di lapangan, jalan di
Distrik Agats kini telah menggunakan beton. Pembangunan jalan ini telah dimulai
dari tahun 2012 dan ditargetkan pada tahun 2020 jalan di seluruh Distrik sudah
jadi.
Iring-iringan
warga bersama rombongan Panglima TNI kemudian tiba di Koramil 1707-08/Agats.
Romantisme Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bangkit ketika bertemu dengan beberapa
Prajurit TNI yang pernah ditemuinya saat menjadi Dandim 1707/Merauke.
Setelah disambut Danramil dan menyalami segenap anggota, Panglima TNI meninjau
rumah prajurit yang tak jauh dari kantor Koramil 1707, dilanjutkan dengan
mendengarkan pendapat para prajurit.
Panglima
TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membuka pembicaraan dengan menyampaikan bahwa
Distrik Agats sudah terlihat banyak kemajuan, dengan adanya jalan beton dan
banyaknya warung. Kemudian dilanjutkan dengan membahas masalah cuti prajurit.
“Saya tadi mendengar prajurit di sini berasal dari berbagai daerah, dan mereka
mendapatkan cuti setahun sekali, sementara waktu tinggal (cuti) mereka cuma 12
hari,” ucap Panglima TNI.
“Waktu
12 hari dirasa terlalu singkat. Untuk pulang ke domisili asli maka membuat
mereka harus menggunakan pesawat yang harga tiketnya terhitung mahal. Mereka
ini kurang cuti, dihitung saja. Mereka cuti setahun sekali tapi liburnya
seminggu. Saya usul agar mereka dapat cuti selama sebulan,” ujar Panglima TNI
yang langsung disambut tepuk tangan.
Setelah membicarakan
cuti, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mempersilahkan prajurit untuk menyampaikan
pendapat. “Ijin, Panglima. Kami di Kabupaten Asmat terdiri dari 10 Distrik, dan
untuk mencapai Distrik-Distrik tersebut kami harus menyewa Speedboat yang
ongkosnya mahal karena juga harus membeli bahan bakar,” ujar Serda Paulus
anggota Koramil. “Berapa harga satu Speedboat di sini ?” tanya Panglima TNI. “Ijin
Panglima, satu unit Speedboat dengan kekuatan 40 PK harganya 78 juta
rupiah. Untuk mesin harganya 38 juta dan harga perahunya 40 juta,” jawab
Danramil 1707 Agats.
Mendengar jawaban itu,
kemudian Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dengan wajah yang ceriah
menjawab, “Baiklah, kita akan mengusahakan untuk mengadakan Speedboat sebanyak 10 unit.” Para prajurit
menyambut dengan menjawab serentak, “Siap!”
Tak
berapa lama seorang prajurit kembali mengangkat tangan dan berucap, “Ijin,
Jenderal. Ijin, Panglima.” “Kami di Distrik Agats kekurangan kendaraan motor
listrik. Kami butuh untuk mencapai ke penjuru distrik,” ucap seorang
prajurit. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjawab, “Kalian semua sehat ?”
Serentak prajurit menjawab, “Siap, sehat.” “Kalian tahu kenapa kalian sehat?”
Belum sempat dijawab, Panglima TNI melanjutkan, “Itu karena kalian sering jalan
kaki. Kalau kalian naik motor, kalian bisa tidak sehat nanti.” Ada
sedikit raut kecewa di muka para prajurit. Kemudian Panglima TNI melanjutkan,
“Pak
Aslog (Asisten Logistik), berapa bisa dibeli motor tanpa listrik itu?” “Kita
bisa sediakan motor sebanyak 5 unit, Panglima,” jawab Asisten Logistik Marsda
TNI Nugroho Prang Sumadi. Keputusan itu pun disambut dengan tepuk tangan dari
prajurit.
Disisi lain Panglima TNI
juga menyempatkan diri untuk menyampaikan salam dari Kapolri kepada anggota
Polsek Agats dan memberikan semangat kepada anggota yang sedang berjaga di
Polsek tersebut.puspen/linda.




