Pameran Seni "Jalanan"
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/10/pemeran-seni-jalanan.html
Jakarta (Satunusantara) Galeri Nasional dan Yayasan Biennale menggelar
pameran mural jalanan bertema “Bebas Tapi Sopan” Tema ini terinspirasi dari fenomena cairnya
kondisi jalanan di Indonesia saat ini, aktifitas visual di jalanan terutama di
kota besar cukup marak dan berkembang.
Tak
hanya para seniman yang memproduksi objek visual dengan caranya sendiri,
jalanan menjadi kanvas dan setiap orang bebas menorehkan maknanya di sana. Namun
kebebasan itu diikuti pula oleh pertarungan yang terus menerus berlangsung di
ruang publik. Pertarungan tersebut bisa berasal dari individu yang lain, pihak
korporasi yang berebut ruang untuk memsang iklan, ataupun dari pihak aparat pemerintah
yang menghapus coretan yang ada di jalanan. Setiap orang seperti berusaha untuk
memberi ataupun merebut makna di jalanan.
Pameran
ini melibatkan 14 partisipan, tidak hanya mengundang seniman yang aktif membuat
mural dan graffti, visual jalanan juga mengundang individu maupun kelompok yang
terinspirasi dari objek-objek yang ditemukan di jalanan. Partisipan itu diantaranya,
Ace House Collective, Agung “Abe” Natanael, Angga Cipta, Anggun Priambodo,
Bujangan Urban, Dinas Artistik Kota, Gardu House, Klub Karya Bulu Tangkis +
Ricky Janitra, Milisi Mural Depok, Methodos, The Popo, Tutu, ruangrupa, dan
Stenzilla.
Selain
menampilkan karya dari partisipan, Visual juga menampilkan arsip foto yang
terangkum dalam akun instagram @visualjalanan. Sejak 2012 visual jalanan
menjadi wadah bagi publik atau warga untuk berbagi rekaman objek-objek di
jalanan, seperti mural, graffiti, tanda jalanan, papan peringatan, poster,
spanduk, ataupun tulisan yang dibuat warga di suatu tempat.linda.





