Makanan Khas Cirebon
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/09/makanan-khas-cirebon.html
Jakarta
(Satunusantara) Nasi Jamblang adalah
makanan khas Cirebon yang selain
rasanya buat lidah kita bergoyang juga bisa membuat kita puas dalam menikmati makanan
yang satu ini, makanan ini disajikan
dengan beraneka ragam lauk pauk dan bentuknya kecil-kecil seperti tahu,tempe paru, cumi, ikan asin
jambang, perkedel, daging, ikan, telur puyuh , cumi yang dihitamkan, kerang,
sambal khas Cirebon dll. Dan yang cukup membuat enak nasinya karena Nasi Jamblang khas Cirebon ini disajikan didalam
daun jati.
nasi jamblang
salah satu makanan khas yang banyak dijajakan, berbagai macam cara pedagang
penyajianya, umumnya nasi dibungkus daun jati lalu konsumen mengambil sendiri
lauk pauk sesuai selera mereka. Saat membayar konsumen hanya menyebutkan lauk apa
saja yang telah mereka ambil Kejujuran konsumen yang diutamakan sebab si penjual akan mempercayai apa yang disebutkan si
pembeli unik juga ya.
Jika anda berjalan
- jalan atau melewati kota Udang ini maka untuk menemukan nasi Jamblang akan mudah sekali. Para penjual
nasi Jamblang cukup banyak tesebar di kota Cirebon. Selamat mencoba……
Empal Gentong
Makanan mirip
soto yang berkuah kental dan bersantan serta dipenuhi dengan daging ini sungguh
lezat…. Biasa dimakan dengan nasi ataupun lontong. Yang khas adalah wadah
tempat menaruh kuah empal ini yang berada di sebuah gentong makanya dinamakan
empal gentong sementara empal adalah potongan-potongan daging.
Cara masaknya
pun masih tradisional karena masih mengandalkan kayu bakar. Sambal empal
gentong ini sangatlah pedas sebab merupakan saripati cabai merah kering yang
dikemudian ditumbuk. Bagi yang belum terbiasa, agar hati-hati mencobanya sebab
bila perut tidak kuat maka acara makan-makan bisa terhambat.
Mencari
pedagang empal gentong lumayan sulit karena mereka biasanya menggunakan gerobak
untuk mendorong jualan mereka. Pedagang empal gentong Di Cirebon ada warung yang sudah dikenal
kelezatan empal-nya yaitu empal gentong Mang darma mangkal di jalan Slamet
Riyadi. Namanya sudah jadi jaminan mutu maka tak sulit mencari empal gentong
Mang Darma jbisa di temukan di beberapa tempat di Cirebon seperti di
Pujagalana, Stasiun Kereta Cirebon atau di Grage Mal yang semuanya dikelola
anak-anaknya. Di Jakarta, Empal gentong Mang Darma ada di Bintaro.
Tahu Gejrot
Makanan berupa
tahu yang di potong kecil-kecil ditaruh di atas piring kecil terbuat dari tanah
liat kemudian disajikan dengan bumbu gula merah, cabai serta bawang merah dan
bawang putih yang diulek. Jenis tahu yang digunakan adalah tahu Sumedang tapi agak berbeda sebab isinya
jauh lebih sedikit sehingga terlihat kosong.
Cara makannya
pun unik yaitu ditusuk dengan biting (potongan lidi). Mengapa diberi nama tahu
gejrot? Sebab bumbu cair yang digunakan sebagai penyedap dialirkan lewat botol
dengan cara diguncangkan sehingga timbul bunyi “gejrot” berulang kali.
Para pedagang
tahu gejrot ini biasanya menggunakan pikulan bagi penjual laki-laki untuk
membawa barang dagangannya. Atau menggunakan tampah yang diusung di atas kepala
bagi penjual wanita. Para pedagang tahu gejrot sangat mudah ditemui di sekitar
kota Cirebon karena termasuk makanan ringan yang cukup populer.
Bubur Sop
Bubur berisi
kol, daun bawang, tauco yang dituangi kuah sop dan ditaburi suwiran ayam serta
kerupuk. Boleh dibilang makanan ini merupakan kombinasi dari bubur ayam dan
Sayur Sop. Disajikan panas-panas dan biasanya bubur sop ini hanya dijual pada
malam hari.
Sate Kalong
Pasti orang
akan mengira bahwa sate kalong ini menggunakan daging kelelawar sebagai daging
yang disate. Salah besar! Karena sebenarnya sate ini menggunakan daging kerbau.
Disebut sate kalong gara-gara penjualnya doyan melek sampe malam sebab hanya
berjualan pada malam hari bahkan jauh tengah malam.
Cara berjualan
sate ini menggunakan pikulan dan penjualnya menggunakan bebunyian semacam
‘krincingan’ untuk memanggil pembelinya. Buat yang belum tahu kadang terkesan
agak seram sebab selain berjualan malam hari bebunyian yang digunakan pun
terkesan aneh. Bahkan para orang tua kadangkala memanfaatkan untuk menakuti
anak-anak mereka agar tidak tidur larut malam.
Lontong yang dipadukan dengan daun singkong, tauge, taburan kelapa parut dan kerupuk dimakan dengan kuah yang terbuat dari bumbu oncom atau dage’ untuk sebutan orang Cirebon. Makanan ini merupakan versi lain dari keluarga lontong sayur tetapi bumbu kuah oncom yang digunakan memberikan rasa tersendiri. Mencari makanan docang ini agak mudah ditemui di daerah pemukiman atau di pasar karena cukup sederhana pembuatannya.gie/foto:ist







