Tangkapan Ikan Meningkat, Pemerintah Cari Solusi Sejahterakan Nelayan
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/05/tangkapan-ikan-meningkat-pemerintah.html
Jakarta
(satunusantara) Upaya pemerintah berhasil memerangi ilegal fishing,
hasil tangkapan nelayan pun meningkat. Namun di sisi lain meningkatnya hasil
laut turut merugikan nelayan dikarenakan harga ikan turun, karena itu Kemenko
Maritim dan Sumber Daya bersama KKP mencari solusi guna mensejahterakan nelayan
dengan jalan ekspor hasil laut.
Menko Maritim Rizal Ramli
mengatakan, langkah yang telah diambil Menteri Kelautan dan Perikanan Susi
Pudjiastuti menghilangkan illegal fishing dinilai postif, kerugian negara
senilai puluhan miliar dollar tiap tahunnya berkurang. dan nelayan tradisional
yang biassanya hasil tangkapan ikannya sedikit sekarang meningkat dua kali
lipat.
“Saya lihat sendiri di
Sibolga, tadinya satu hari 200 ton sekarang satu hari 400 ton, dampaknya,
terjadi problem abandon. Ikan banyak sekali sekarang, akibatnya harga ikan
turun. Ini nggak bagus untuk nelayan”, kilahnya.
Untuk itu dia mencoba
memberikan sousli pada KKP yaitu, meningkatkan kampanye agar masyarakat
Indonesia lebih banyak makan ikan. Selain proteinnya tinggi juga kadar lemaknya
rendah, mengkonsumsi ikan resiko kankernya lebih rendah. Dan usulan ini pun
disepakati Menteri Kelautan dan Perikanan.
Selain kampanye, Rizal juga
mengusulkan agar ekspor ikan ditingkatkan tapi tak mentolerir tangkapan ilegal. Menurutnya,
setelah dianalisa Ada masalah di daerah penghasil ikan, karena tak ada regular
ship dan tak ada kontainer khusus, rata-rata sulit jika ingin melakukan ekspor,
harus dibawa dulu ke Surabaya, Bali, atau Medan.
Namun ekspor yang dimaksud
bukan hanya sekali jalan tapi ada barang lain yang dibawa masuk ke Indonesia,
karena itu upaya tersebut harus dikaitkan dengan kebijakan impor. Karena kalau
buat ekspor, ada barangnya, pulangnya kontainer kosong.
“Kami akan review, karena di
tiap lokasi yang kami buka, CIT custom office, imigration and carantina. Biar tidak
kesusupan barang yang berpenyakit”, tandasnya.
Karena itu pihaknya akan
berkordinasi dengan Menteri Perdagangan dan Menkumham, agar disiapkan CIT-nya
dengan tujuan meningkatkan ekpor ikan dan membantu penurunan harga kebutuhan
pokok. Seperti diketahui harga ayam di Saumlaki, Maluku Tenggara mencapai 150
ribu perekor, jika dibuka arus perdaganganya ini, harga kebutuhan pokok akan
turun dan ini akan akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





