Tangkapan Ikan Meningkat, Pemerintah Cari Solusi Sejahterakan Nelayan

Tertawalah selagi Gratis
video-shooting-dan-fotografi
Video Shooting & Fotografi
Mengabadikan Momen, Menceritakan Cerita — Solusi Profesional untuk Video Shooting & Fotografi Anda.
0813-1615-8974
Info Lengkap
Jakarta (satunusantara) Upaya pemerintah berhasil memerangi ilegal fishing, hasil tangkapan nelayan pun meningkat. Namun di sisi lain meningkatnya hasil laut turut merugikan nelayan dikarenakan harga ikan turun, karena itu Kemenko Maritim dan Sumber Daya bersama KKP mencari solusi guna mensejahterakan nelayan dengan jalan ekspor hasil laut.

Menko Maritim Rizal Ramli mengatakan, langkah yang telah diambil Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghilangkan illegal fishing dinilai postif, kerugian negara senilai puluhan miliar dollar tiap tahunnya berkurang. dan nelayan tradisional yang biassanya hasil tangkapan ikannya sedikit sekarang meningkat dua kali lipat.

“Saya lihat sendiri di Sibolga, tadinya satu hari 200 ton sekarang satu hari 400 ton, dampaknya, terjadi problem abandon. Ikan banyak sekali sekarang, akibatnya harga ikan turun. Ini nggak bagus untuk nelayan”, kilahnya.


Untuk itu dia mencoba memberikan sousli pada KKP yaitu, meningkatkan kampanye agar masyarakat Indonesia lebih banyak makan ikan. Selain proteinnya tinggi juga kadar lemaknya rendah, mengkonsumsi ikan resiko kankernya lebih rendah. Dan usulan ini pun disepakati Menteri Kelautan dan Perikanan.

Selain kampanye, Rizal juga mengusulkan agar ekspor ikan ditingkatkan tapi  tak mentolerir tangkapan ilegal. Menurutnya, setelah dianalisa Ada masalah di daerah penghasil ikan, karena tak ada regular ship dan tak ada kontainer khusus, rata-rata sulit jika ingin melakukan ekspor, harus dibawa dulu ke Surabaya, Bali, atau Medan.

Namun ekspor yang dimaksud bukan hanya sekali jalan tapi ada barang lain yang dibawa masuk ke Indonesia, karena itu upaya tersebut harus dikaitkan dengan kebijakan impor. Karena kalau buat ekspor, ada barangnya, pulangnya kontainer kosong.


“Kami akan review, karena di tiap lokasi yang kami buka, CIT custom office, imigration and carantina. Biar tidak kesusupan barang yang berpenyakit”, tandasnya.

Karena itu pihaknya akan berkordinasi dengan Menteri Perdagangan dan Menkumham, agar disiapkan CIT-nya dengan tujuan meningkatkan ekpor ikan dan membantu penurunan harga kebutuhan pokok. Seperti diketahui harga ayam di Saumlaki, Maluku Tenggara mencapai 150 ribu perekor, jika dibuka arus perdaganganya ini, harga kebutuhan pokok akan turun dan ini akan akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Susi menambahkan, banyak daerah yang pelabuhan sudah siap ekpor namun kendalanya belum ada kapal kontainer yang masuk ke pelabuhan tersebut.linda.

Konsultan HRD

Related

News 1729281615133905506

Post a Comment

emo-but-icon

item