Kemenko Maritim Siap Kembangkan Wisata Morotai
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/04/kemenko-maritim-siap-kembangkan-wisata.html
Jakarta
(satunusantara) Pemerintah melalui Kemenko Maritim dan Sumber
Daya tengah mengembangkan 10 destinasi wisata baru, salah satunya adalah
Morotai, pulau yang pernah dijadikan sebagai lokasi pangkalan udara dan
fasilitas angkatan laut pasukan sekutu.
Bambang S. Priyohadi Tenaga
Ahli Kemenko Maritim mengatakan, pengembangan 10 destinasi baru ini diharapkan tahun
2019 jumlah kunjungan wisman menyampai 20 juta orang. Dan sejak dicanangkan program
itu sudah ada progres yang baik, yaitu adanya kebijakan penunjang, antara lain diadakannya
perluasan negara bebas visa. Saat ini jumlah wisman sudah diatas 11 juta.
Salah satu dari sepuluh
tujuan wisata baru adalah Morotai yang dikaruniahi alam yang indah. Selain itu,
disana ada sejarah perang dunia kedua, ada runway sepanjang 3000meter bisa untuk
bieng 777. Ini merupakan fasilitas perang dunuia kedua dan posisi strategis ke
arah Jepang, China dan Taiwan.
“Pernerbangan kesana dari
Jepang hanya 3,5 jam, diharapkan wisatawan Jepang selatan dan Taiwan berkunjung
ke Morotai. Karena itu, Menko Maritim ingin membangun kawasan industri agar
menarik wisman dari sana” pungkasnya.
Menurutnya, kalau hanya
wisata sejarah atau alam mungkin masih kurang banyak pasarnya, maka Menko punya
ide kawasan industri untuk menarik mereka. Selain warga Indonesia sudah
terbiasa kerjasama dengan orang Taiwan, ada dua ribu lebih WNI yang kini
bekerja di Taiwan.
Terkait industri yang akan
dikembangkan, menurutnya, hanya industri yang berhubungan dengan kemaritiman
seperti galangan kapal atau industri perikanan. Untuk mencegah pencemaran
lingkungan, karena pihak Kemenko sendiri sangat konsern terhadap lingkungan
dalam pengembangan wisata baru.
“Kami sangat yakin sekali
industri disana akan berjalan seiring, yg kami takutkan itu penyedotan air, meski
kami menemukan air disana cukup bagus. proyek ini baru akan mulai jadi bisa didesain
dari awal soal lingkungan, baik sudut energinya lalu jenis industrinya selektif
sehingga tak mengotori lingkungan”, kilahnya.
Sementara bagaimana
pembagian investasinya, dikatakan, untuk Morotai tengah dikalkuasi karena
posisi Morotai lebih berat dibanding Borobudur dan Danau Toba. Meski pulau ini
punya aset yang bagus sisa peninggalan perang dunia kedua, bandara disana punya
potensi dan bisa mengembangkan Morotai untuk apa saja.
Menurut catatan sejarah,
awal tahun 1944 Morotai muncul sebagai wilayah yang penting bagi militer Jepang
ketika mulai mengembangkan pulau-pulau di Halmahera sebagai titik fokus untuk
mempertahankan pendekatan selatannya ke Filipina. Juli 1944, Jenderal Douglas
MacArthur, komandan South West Pacific Area, memilih Morotai sebagai lokasi
untuk pangkalan udara dan fasilitas angkatan laut yang diperlukan untuk
mendukung pembebasan Mindanao.
Catatan itulah yang membuat
Morotai punya nilai tambah bila dijadikan sebagai lokasi wisata, tak hanya alam
bawah lautnya yang indah, pantainya pun punya pesona tersendiri.linda.




