Persit Kodam Jaya Berkomitmen untuk Mewujudkan Keluarga Prajurit yang Harmonis dan Sejahtera
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/04/hut-ke-70-persit-kck-ranting-3-yonif_19.html
Jakarta
(satunusantara) Organisasi istri prajurit TNI AD Persit
Kartika Chandra Kirana yang pada awalnya bernama Persatuan Kaum lbu Tentara
(PKIT) lahir di tengah-tengah perjuangan bangsa lndonesia yang dijiwai semangat
dan cita-cita luhur untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Meskipun
pada saat itu belum memiliki wadah yang nyata dalam bentuk organisasi, tetapi
para istri prajurit baik perseorangan maupun kelompok telah berhasil memberikan
dorongan semangat kepada para prajurit untuk meneruskan perjuangan dan
mempertahankan kemerdekaan bangsa lndonesia.
Lahirnya organisasi istri
prajurit bukanlah karena anjuran atau perintah dari Komandan Badan Keamanan
Rakyat/Tentara Keamanan Rakyat (BKR/TKR), tetapi karena didorong oleh kesadaran
yang timbul di kalangan istri prajurit sebagai pendamping suami yang sedang
berjuang menegakkan dan mempertahankan proklamasi kemerdekaan bangsanya. Di
daerah Jawa Barat, BKR/TKR yang kemudian menjadi TNl AD menghadapi banyak
ancaman karena daerah itu merupakan salah satu sasaran utama. Markas Komandemer
TKR Jawa Barat yang berkedudukan di Purwakarta menjadi pusat kegiatan
pengerahan prajurit. Prajurit yang berangkat ke garis depan diatur disini,
demikian pula para prajurit yang kembali dari pertempuran. Bahkan mereka yang
gugur dirawat dan dimakamkan di Purwakarta.
"Saat ini Persit
memasuki usia yang ke-70 Persit Kartika Chandra Kirana dan Dharma Pertiwi usia
ke-52. Kedua organisasi yang kita cintai bersama ini, dapat terus meningkatkan
perannya, guna membantu pimpinan dalam pembinaan istri prajurit beserta keluarga, sehingga mampu mendukung keberhasilan
pelaksanaan tugas TNI," Demikian yang disampaikan oleh Ketua Persit KCK PD
Jaya Ny.Renny Teddy Lhaksmana saat memberikan sambutan memperingati HUT Persit
dan Dharma Pertiwi, bertempat di Aula Sudirman Makodam Jaya.
Lebih lanjut Ketua Persit
KCK PD Jaya menyampaikan sudah sepatutnya seluruh anggota Persit menghaturkan
ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada para pendahulu, sesepuh
dan senior yang telah meletakkan landasan pembinaan organisasi yang kokoh.
"Tak lupa juga, do’a kita panjatkan,
semoga para Sesepuh senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT dan tekad untuk
memperjuangkan nilai dan cita-cita luhur berakar dari jati diri bangsa dapat
terus kita lestarikan dan implementasikan," Tegas Ketua Persit KCK PD Jaya.
Selanjutnya melalui kesempatan baik ini, Ketua
Persit Kartika PD Jaya juga mengingatkan bahwa sebagai Persit, Ibu-ibu memiliki
peran ganda yaitu sebagai istri prajurit, ibu rumah tangga maupun anggota
organisasi sekaligus warga masyarakat.
Peran ganda yang melekat sebagai ciri khas
anggota Persit dan Dharma Pertiwi tersebut, jangan dirasakan sebagai beban,
namun justru harus diterima sebagai
sebuah kehormatan dan kebanggaan, karena peran mulia yang demikian tidak selalu
dimiliki oleh setiap wanita Indonesia.
"Mencermati hal ini, Ibu-ibu harus pandai
membagi waktu, semakin arif dan bijak dalam menyikapi semua permasalahan dengan
memilah-milah mana yang menjadi urusan keluarga yang bersifat pribadi dan mana
yang menjadi urusan organisasi," Terang Ketua Persit KCK PD Jaya.
Sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga,
Ibu-ibu merupakan sumber energi kenyamanan dan kebahagiaan bagi suami dan
anak-anaknya, sehingga bagaimana menciptakan suasana hubungan yang diwarnai
kerukunan, kekompakan dan keharmonisan adalah hal yang paling utama.
"Berikan dukungan yang maksimal kepada
suami agar melaksanakan tugas dengan baik dan pelihara rasa kebanggaan sebagai
istri prajurit dengan menjaga nama baik di manapun berada," Seraya
memberikan dukungan kepada segenap Anggota Persit dan Dharma Pertiwi.
Terkait keaktifan di organisasi Ketua Persit
KCK PD Jaya mengingatkan, hendaknya setiap mengikuti kegiatan Ibu-ibu harus
mampu mengambil nilai positif untuk mendukung peningkatan kesejahteraan
keluarga dan masyarakat. Setiap kegiatan harus dilakukan atas dasar kecintaan
dan pengabdian, sehingga tumbuh semangat untuk berbuat yang terbaik bagi
kemajuan organisasi.
Jalin komunikasi yang bersifat timbal balik
guna memelihara suasana kehidupan berorganisasi yang nyaman, sehat dan kondusif
dilandasi semangat kekeluargaan dan saling menghargai antar sesama anggota
Persit dan Dharma Pertiwi.
"Pada prinsipnya, kesemua peran Insya
Allah dapat Ibu-ibu jalankan dengan baik, manakala dilandasi niatan tulus dan
ikhlas serta diikuti dengan rasa senang hati untuk melanjutkan pengabdian
kepada keluarga, organisasi, Bangsa dan Negara," Terang Ketua Persit KCK
PD Jaya.pendam/linda.





