Pengakuan Internasional Terhadap Indonesia Dalam Menjaga Perdamaian Dunia
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/01/pengakuan-internasional-terhadap.html
Jakarta (satunusantara) Langkah Indonesia ikut serta dalam perdamaian
dunia sesuai Pembukaan UUD 1945, “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak
segala bangsa”. Atas dasar itu Indonesia ikut dalam berbagai Misi Perdamaian
Dunia seperti di Lebanon, Kongo, bencana di Haiti, misi Darfur, dan masih
banyak negara lain di penjuru dunia.
Kongo (Democratic
Republic of the Congo) merupakan salah satu negara konflik terbesar di Afrika
yang berlangsung sejak tahun 1965. Konflik berkepanjangan di negara ini
terjadi antara pemerintah dengan milisi-milisi yang membentuk
dirinya sendiri yang terkadang didukung dan diintevensi dari negara-negara
tetangganya oleh karena kepentingan tertentu.
Salah satu badan dunia
yaitu PBB menangani dan menjalankan misi perdamaian di Kongo. Misi Perdamaian
PBB di Kongo dinamakan Monusco (Mission de
I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique
Democratique du Congo). Sudah lebih dari 20 tahun PBB bekerja
sama berbagai negara termasuk Indonesia mengatasi konflik di Kongo. Raport
penanganan misi Indonesia dari tahun ke tahun dinilai sangat baik, dan diakui
oleh masyarakat, Pemerintah Kongo dan Markas Besar PBB di New York.
Dibalik keberhasilan
Indonesia dalam melaksanakan misi perdamaian, TNI-lah yang merupakan Garda
Terdepan dalam pelaksanaan misi-misi perdamaian di PBB. Karena keberhasilan
tersebut, hampir setiap tahunnya Indonesia mengirimkan 1 (satu) satuan
setingkat Kompi atas kesepakatan bersama PBB untuk melaksanakan misi perdamaian
di Kongo.
Kompi yang dikirim ke
Kongo adalah Kompi Zeni TNI dengan Major Task (Tugas Utama)
yaitu tugas di bidang tehnik Zeni, yaitu membuat jalan, pemeliharaan
lapangan terbang, dan Qick Task atau tugas-tugas yang lebih
ringan dan cepat yang lain. Hasil yang memuaskan dari Major Task dan Quick
Task inilah yang menjadi indikator keberhasilan misi, ditambah
dengan hubungan yang baik dengan masyarakat dan pemerintah setempat yang
dipupuk dengan program Cimic (Civil Military Coordination).
Di akhir tahun 2015 ini
sudah dibentuk Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-M/Monusco untuk
melaksanakan misi perdamaian di Kongo. Kontingen Zeni TNI ini berjumlah 175
orang prajurit mayoritas berasal dari Yonzipur 8/SMG, sisanya beberapa personel
dari berbagai satuan di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Kontingen ini sudah berlatih selama 1 bulan di Pusat Misi Pemeliharaan
Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul Bogor, dan dalam waktu dekat akan menggantikan
kontingen Kompi Zeni TNI Konga XX-L yang saat ini berada di Kongo.
Letkol Czi Sriyanto, M.I.R,
M.A, yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Zipur 8/SMG,
dipercayakan sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) Kompi Zeni Konga XX-M/Monusco. Sebelumnya
Letkol Czi Sriyanto menjabat di Spers TNI selama 3 tahun. Yang bersangkutan
juga memiliki 2 gelar master yang di ambil di International Relations di
Macquarie University-Australia, dan Arts Magister Program, Defence
Studies in King’s Collage – London.
Dalam pengembangan studi
dan intelektual Danyon Zipur 8 ini, memberikan dampak positif bagi karir dan jabatannya.
Tugas-tugas diplomasi dengan pejabat Athan/Asisten/Staf mancanegara sudah
pernah diembannya sehingga sangat mendukung kepemimpinannya dijabatan saat
ini sebagai Komandan Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-M/Monusco. Saat inipun
adalah kali ketiga Letkol Czi Sriyanto, M.I.R, M.A dilibatkan dalam misi
perdamaian PBB, yang salah satunya adalah juga di Kongo. Sehingga negara
Kongo bukanlah negara yang asing lagi bagi Letkol Czi Sriyanto,
M.I.R., M.A.
Dengan berbagai
pengalaman tugas yang dimilikinya selama mengabdi di TNI Angkatan Darat, tidak
diragukan lagiLetkol Czi Sriyanto, M.I.R., M.A., akan mampu melaksanakan
tugas untuk lebih mengharumkan Merah Putih di dunia internasional.puspen/linda.




