Ilusionis Muda, Ditentang Keluarga Malah Dinobatkan Juara Asia
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/01/ilusionis-muda-ditentang-keluarga-malah.html
Jakarta
(satunusantara) Meraih cita-cita tak semudah membalikan
telapak tangan, tapi penuh rintangan dan tantangan. Namun saat impian itu
dicapai bukan saja milik sendiri tapi juga orang-orang disekitarnya ikut
bangga. Tungky Alexander pesulap muda berbakat meraih gelar Master Manipulasi
Kartu di ajang Asian Magic Association Convention di Malaysia November tahun lalu, dala perjalannya ia kerap
ditantang orang-orang terdekat untuk menjadi ilusionis.
Ketertarikan dia dengan permainan kecepatan tangan (sulap) kala tungky
kecil masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar, saat menyaksikan pesulap
memperagaan keahliannya kala mengisi acara di sekolahnya. Pandangannya tak
pernah lepas dari peragaan yang dilakukan pesulap itu.
Anak terakhir dari empat bersaudara ini tetap menyimpan ketertarikannya
hingga dia duduk di SMA, sejak memasuki masa putih abu-abu kesukaanya dengan
sulap makin menggebu dia pun mencoba mencari tahu dan ingin mempelajarinya.
Apalagi di masa itu sulap atau keahlian kecepatan tangan tengah popular, dan
banyak stasiun TV menayangkan program itu, hingga memunculkan satu illusionist
lokal yaitu Dedy Corbuzer yang jadi idolanya.
Setiap pulang sekolah Tungky menyempatkan diri mampir ke gerai yang
menjual perlengkapan sulap di kota kelahirannya Metro, Lampung. Dari situlah ia mulai belajar permainan
kecepatan tangan, guru pertamanya adalah pemilik toko sekaligus salesman toko.
Di sekolah, saat kumpul dengan teman, dan di rumah Tungky selalu melatih apa
yang telah ia pelajari.
Sayangnya, saat ia meminta ijin ke orangtuanya untuk memperdalam ilmu sulap,
ia tak dijinkan oleh mereka terutama ayahnya, dengan alasan sulap tak menjamin
masa depannya. Dia pun disarankan ayahnya seorang pengusaha itu, beralih ke
jalur musik daripada melatih kecepatan tangan.
Sebagai anak yang berbhakti, Tungky pun mengikuti saran ayahnya kursus
gitar sepulang sekolah, tapi diam-diam dia tetap melatih kemampuan memanipulasi
kartu. Sehari bisa empat hingga enam jam waktu yang ia manfaatkan untuk melatih
kecepatan tangannya dalam mermainkan kartu.
Latihan rutin terus dilakukan Tungky meski orang-orang terdekatnya tak
pernah mengetahui apa yang dia lakukan, hal itu terus berlanjut hingga dia
memasuki masa kuliah dan pindah ke Jakarta. Saat di Jakarta lah Tungky baru
memberanikan diri menunjukan kebolehannya memainkan kartu awalnya hanya pada
teman-teman yang tinggal di kost yang sama.
Dari situlah kebolehannya manipulasi kartu mulai dikenal hingga akhirnya pihak kampus meminta dia
mengisi acara masa orentasi mahasiswa baru, setahun setelah dia tercatat
sebagai mahasiswa disana.
Kemenangan demi kemenangan di kejuaran lokal sudah diraih, panggilan
tampil pun sering dia terima, namu orangtuanya tetap menolak dia menjadi
pesulap. Sampai saat ia hendak pergi ke Malaysia mengikuti Asian
Magic Association Convention,
keluarga terdekatnya tak mengijinkan. Jangankan uang saku, restu saja tidak dia
kantongi, cuma tekad dan percaya diri kalau ia bisa menjadi yang terbaik.
Terbukti, kemampuannya memanipulasi kartu mendapat apresiasi dari
asosiasi pesulap se-Asia, dan keahlian Tungky mampu mengungguli lawan-lawannya
dari negara-negara di kawasan Asia, dan
dia dinobatkan sebagai The Best Manipulation Card. saat itu merupakan hari yang
paling spesial baginya, karena dalam kejuaraan itu dia membawa nama Indonesia.
Tekad dan semangat Tungky itu sejalan dengan Gerakan Menangkan Harimu. Sebuah
gerakan inspiratif yang berusaha mengajak setiap anak muda Indonesia untuk
melangkah bersama dan pantang menyerah dalam memenangkan hari, serta mencapai
kesuksesan.
Gerakan itu merupakan rangkaian hari jadi yang ke-45 tahun bodrex salah
satu brand dari Tempo Scan ini, ingin mengapresiasi
perjuangan segenap lapisan masyarakat. Ide gerakan ini diarahkan bagi anak muda
yang selalu dituntut untuk berperan sebagai agent of change. Gerakan ini
merupakan sebuah bentuk perubahan terkonsep ke arah masa depan yang lebih baik
dan menjadi teladan bagi masyarakat untuk memperjuangkan impiannya.
selama ini bodrex berinovasi untuk melahirkan produk bermanfaat bagi
masyarakat dan mewujudkan komitmennya melalui berbagai gerakan inspiratif.
Gerakan Menangkan Harimu yang diprakarsai bodrex ini adalah wadah seluruh anak
muda untuk saling menginspirasi, menyuarakan semangat, khususnya dalam
menghadapi krisis multidimensi saat ini.
apa yang dilakukan Tungky membuktikan, bahwa generasi muda Indonesia bukan
generasi yang gampang menyerah, mudah putus asa atau genarasi yang hanya bisa
disuapi orangtuanya. Tapi generasi yang pantang menyerah, punya impian besar
dan berani mewujudkan cita-citanya.apr.





