Khawatir Nuklir, 75 Persen Penduduk Dukung PLTN

Tertawalah selagi Gratis
video-shooting-dan-fotografi
Video Shooting & Fotografi
Mengabadikan Momen, Menceritakan Cerita — Solusi Profesional untuk Video Shooting & Fotografi Anda.
0813-1615-8974
Info Lengkap
Jakarta (satunusantara) Kebutuhan listrik begitu mendesak, sebenarnya ada teknologi yang mampu menyediakan pasokan listrik dalam kapasitas besar, sayangnya masih ada penolakan menggunakan teknologi itu. Meski lebih dari tiga perempat penduduk Indonesia mendukung pembangunan PLTN. Hasil ini terungkap berdasarkan jajak pendapat secara nasional, angka dukungan itu terus konsisten naik  setelah mengalami penurunan drastis di 2011 yaitu 49, 5 persen.


Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si. mengatakan,  ada beberapa aspek yang mempengaruhi pertimbangan pembangunan PLTN seperti permintaan listrik, lingkungan, penerimaan masyarakat, dan LSM yang menentang dan persepsi dunia, serta aspek politik. Jika demand listrik memang membutuhkan sekitar 25 gigawatt, maka tahun 2015 ini sudah harus go nuklir.

Hal itu nanti akan diputuskan oleh dewan energi nasional, akan menggunakan tenaga apa guna memenuhi kebutuhan listrik nasional. Apakah menggunakan gas, batubara, angin, matahari atau energi terbarukan yaitu nuklir.

Sementara Kepala Batan Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, hasil survey mengungkapkan bahwa masyarakat yang mendukung PLTN beralasan jenis pembangkit tersebut dapat menghasilkan daya listrik yang besar, sehingga lebih menjamin keamanan pasokan dan dapat memenuhi kebutuhan listrik secara nasional. Selain itu, harga listrik yang lebih murah menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih untuk menerima PLTN.


Kondisi sebaliknya, masyarakat yang tidak setuju dengan pembangun PLTN di Indonesia, yang paling besar karena mempertimbangkan kemungkinan kecelakaan PLTN dan kebocoran radiasi yang bisa terjadi. Factor pertimbangan lainnya adalah PLTN akan menghasilkan limbah radioaktif yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.

Yang menarik, masyarakat di luar Jawa lebih menginginkan kehadiran PLTN 79, 4 % dibanding Jawa sebesar 72 persen. Mungkin hal itu karena dipengaruhi kondisi kelistrikan yang sering mengalami pemadaman. Penduduk urban juga lebih menginginkan PLTN 78,3 persen dibanding penduduk pedesaan 72,3%.

“Hasil survey menunjukan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia menyadari potensi pemanfaatan energy nuklir dan kontribusi untuk menjamin pemenuhan dan kestabilan pasokan listrik di Indonesia”, pungkasnya.


Survei juga menunjukan pendapat publik menginginkan lembaga pemerintah terkait perlu secara berkelanjutan menyiapkan infrastruktur untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan program energi nuklir untuk pembangkit listrik, dalam hal ini, Batan berkomitmen untuk terus meningkatkan penguasaan teknologi dan menyiapkan SDM dalam mendukung pemanfaatan energi nuklir sebagai pembangkit listrik yang handal dan aman, menuju kemandirian energi nasional.linda.

Konsultan HRD

Related

Nusantara 3014152503202015108

Post a Comment

emo-but-icon

Satu Nusantara via Twitter

Tertawalah selagi Gratis Tertawalah selagi Gratis

HOT INFO

item