Khawatir Nuklir, 75 Persen Penduduk Dukung PLTN
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/12/khawatir-nuklir-75-persen-penduduk.html
Jakarta (satunusantara) Kebutuhan listrik
begitu mendesak, sebenarnya ada teknologi yang mampu menyediakan pasokan
listrik dalam kapasitas besar, sayangnya masih ada penolakan menggunakan teknologi
itu. Meski lebih dari tiga perempat penduduk Indonesia mendukung pembangunan
PLTN. Hasil ini terungkap berdasarkan jajak pendapat secara nasional, angka
dukungan itu terus konsisten naik setelah
mengalami penurunan drastis di 2011 yaitu 49, 5 persen.
Dirjen Penguatan
Inovasi Kemenristek Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si. mengatakan, ada beberapa aspek yang mempengaruhi
pertimbangan pembangunan PLTN seperti permintaan listrik, lingkungan,
penerimaan masyarakat, dan LSM yang menentang dan persepsi dunia, serta aspek
politik. Jika demand listrik memang membutuhkan sekitar 25 gigawatt, maka tahun
2015 ini sudah harus go nuklir.
Hal itu nanti
akan diputuskan oleh dewan energi nasional, akan menggunakan tenaga apa guna
memenuhi kebutuhan listrik nasional. Apakah menggunakan gas, batubara, angin,
matahari atau energi terbarukan yaitu nuklir.
Sementara Kepala
Batan Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, hasil survey mengungkapkan
bahwa masyarakat yang mendukung PLTN beralasan jenis pembangkit tersebut dapat
menghasilkan daya listrik yang besar, sehingga lebih menjamin keamanan pasokan
dan dapat memenuhi kebutuhan listrik secara nasional. Selain itu, harga listrik
yang lebih murah menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih untuk menerima
PLTN.
Kondisi sebaliknya,
masyarakat yang tidak setuju dengan pembangun PLTN di Indonesia, yang paling
besar karena mempertimbangkan kemungkinan kecelakaan PLTN dan kebocoran radiasi
yang bisa terjadi. Factor pertimbangan lainnya adalah PLTN akan menghasilkan
limbah radioaktif yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.
Yang menarik,
masyarakat di luar Jawa lebih menginginkan kehadiran PLTN 79, 4 % dibanding Jawa
sebesar 72 persen. Mungkin hal itu karena dipengaruhi kondisi kelistrikan yang
sering mengalami pemadaman. Penduduk urban juga lebih menginginkan PLTN 78,3
persen dibanding penduduk pedesaan 72,3%.
“Hasil survey menunjukan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia menyadari
potensi pemanfaatan energy nuklir dan kontribusi untuk menjamin pemenuhan dan
kestabilan pasokan listrik di Indonesia”, pungkasnya.
Survei juga menunjukan pendapat publik menginginkan lembaga
pemerintah terkait perlu secara berkelanjutan menyiapkan infrastruktur untuk
mendukung pemerintah dalam mewujudkan program energi nuklir untuk pembangkit
listrik, dalam hal ini, Batan berkomitmen untuk terus meningkatkan penguasaan
teknologi dan menyiapkan SDM dalam mendukung pemanfaatan energi nuklir sebagai
pembangkit listrik yang handal dan aman, menuju kemandirian energi nasional.linda.





