Gas Mahal Ulah Pedagang Pengais Rente

Tertawalah selagi Gratis
video-shooting-dan-fotografi
Video Shooting & Fotografi
Mengabadikan Momen, Menceritakan Cerita — Solusi Profesional untuk Video Shooting & Fotografi Anda.
0813-1615-8974
Info Lengkap
Jakarta (satunusantara) Mahalnya harga gas ditenggarai Menko Maritim dan Sumberdaya adanya pedagang gas yang tak memiliki infrastruktur itu yang menyebabkan harga jual gas menjadi mahal, karena mereka sekedar berperan sebagai broker.

Lebih lanjut dikatakan, karena tak memiliki infrastruktur seperti pipa gas, mereka hanya menjual gas kepada pedagang lain. Para pedagang ini hanya mencari rente dari penjualan gas bumi. Akibatnya rantai pasokan gas menjadi panjang dan harganya mahal Industri, PLN, dan pabrik pupuk yang merupakan pengguna gas bumi sebenarnya bisa mendapatkan gas dengan harga lebih murah jika membeli langsung dari produsen gas bumi di hulu.

"Nggak masuk akal, harga gas di luar negeri sekarang US$ 3- US$ 4/mmbtu. Kok di Indonesia US$ 12/mmbtu? Ternyata karena banyak broker-broker, trader-trader, yang nggak punya fasilitas fisik tapi dapat jatah alokasi," pungkasnya seusai rapat dengan Menteri Pariwisata di kantornya di gedung BPPT, Jakarta.


Karena itu, Menko mendukung kebijakan Kementerian ESDM yang mewajibkan setiap pemegang izin usaha niaga gas bumi untuk membangun infrastruktur. Menurutnya,  Peraturan Menteri ESDM ‎Nomor 37 Tahun 2015 tentang Ketentuan dan Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi sudah tepat.


Dua minggu sebelumnya mereka bertemu membicarakan soal gas dan bagaimana membuat harga gas turun,  Dengan tegas dikatakan, harus dibenahi, agar kita lebih kompetitif. Penggunaan gas bumi di Indonesia harus terus didorong. Pembangunan infrastruktur gas harus digenjot agar pemanfaatan gas bumi di dalam negeri bisa ditingkatkan. Sebab, gas bumi lebih efisien dibandingkan minyak bumi dan lebih ramah lingkungan.linda.     

Konsultan HRD

Related

News 5273797944909286170

Post a Comment

emo-but-icon

Satu Nusantara via Twitter

Tertawalah selagi Gratis Tertawalah selagi Gratis

HOT INFO

item