Penjelasan Panglima TNI Terkait Aksi Penembakan Terhadap Anggota TNI
https://satunusantaranews.blogspot.com/2015/11/penjelasan-panglima-tni-terkait-aksi.html
Jakarta (Satunusantara) Panglima TNI bersama Kasad, Wakasal dan Aspers
Kasau menyampaikan keterangan bahwa benar pada tanggal 13 November 2015
telah terjadi aksi penembakan terhadap Prajurit TNI, lebih jelasnya anggota
Detasemen Intelijen Kodam III/Siliwangi oleh anggota Buser Polres Muara Enim di
wilayah Lubuk Linggau yang mengakibatkan 2 (dua) Prajurit TNI luka-luka yaitu
Kapten Chb Edi, terkena tembak di bagian perut kanan dan Serda Denden terkena
tembak di bagian paha.
Dalam peristiwa tersebut, benar bahwa anggota tersebut bersama
rekannya dalam 1 tim sebanyak delapan orang dibawah pimpinan Kapten Edi, sedang
melaksanakan tugas satuan dengan di lengkapi surat perintah, dalam rangka
melaksanakan pengejaran terhadap pelaku pencurian mobil milik Puskopad
Kodam III/Siliwangi yang dicuri dan di jual kepada komplotan penadah mobil
curian diwilayah Lampung.
Terkait hal kejadian tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo menyampaikan bahwa dimana sebelummnya Satuan Den Intel Kodam
III/Siliwangi telah melakukan langkah-langkah, antara lain membuat
laporan kepolisian tentang hilangnya kendaraan tersebut ke Polrestabes Bandung,
kemudian membantu mencari dan melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian
mobil tersebut atas nama Yudas di Jl. Otista Kecamatan Leles, Kabupaten
Garut, Selanjutnya melakukan koordinasi awal dengan unit Intel Kodim
Lubuk Linggau, untuk melakukan penjajakan terhadap lokasi keberadaan mobil
curian.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Den Intel Kodam III/Siliwangi telah
berhasil menangkap tiga orang pelaku sindikat pencurian dan penadahan mobil,
antara lain Herman di daerah Lampung, Edi di Muara Enin dan Triono (pecatan anggota Polri) di Prabumulih. Selanjutnya bahwa dalam
pengembangan untuk menangkap pelaku a.n Deni, saat melakukan pengendapan
sasaran di wilayah Lubuk Linggau, telah di datangi lima unit mobil, di kepung
dan disergap oleh Buser Muara Enim, dan saat itulah terjadi aksi penembakan
oleh anggota Buser terhadap tim TNI dalam posisi tiarap yang mengakibatkan 2
anggota TNI luka tembak.
“Perlu ditegaskan pula bahwa anggota TNI tidak melakukan
perlawanan sama sekali saat disergap dan di lucuti senjatanya, karena memang
sedang fokus melaksanakan tugas dan tidak memiliki latar belakang masalah
dengan pihak kepolisian, sehingga semua yang diperintahkan oleh anggota Buser
Polres dipatuhi dan di ikuti (tiarap, angkat tangan dan dilucuti senjata
sekalipun”, kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Kejadian kedua di tempat berbeda yaitu di RS Umum Daerah Siti
Aisiah. Sekitar pukul 00.00 WIB, anggota Den Intel Kodam III/Siliwangi
tiba di RSUD Siti Aisiah untuk melihat 2 korban aksi penembakan. Namun saat itu
telah ada 2 anggota Polres Muara Enim. Tiba-tiba 2 anggota Polres tersebut mengeluarkan
senjata organiknya. Begitu melihat anggota Polres mengeluarkan senjata, anggota
Den Intel segera melakukan tindakan pengamanan. Tetapi anggota Polres tersebut
melakukan perlawanan sehingga senjata api tersebut meletus kearah bawah
sehingga rekoset dan mengenai kaki salah seorang anggota Polres.
“Dalam peristiwa ini saya telah memerintahkan kepada seluruh
Prajurit TNI jangan terpengaruh isu yang berkembang sehingga terprovokasi
dan melakukan hal-hal yang dapat memperkeruh suasana. Pegang teguh dan patuhi
instruksi Komandan Satuan masing-masing. Tetap pelihara dan terus tingkatkan
kerja sama yang telah terjalin dengan baik dengan anggota Polri. Serahkan
penyelesaian persoalan ini kepada Panglima TNI dan Kapolri, yakinlah
bahwa pimpinan kalian akan menyelesaikan secara profesional, adil dan
menjungjung tinggi hukum”, tegas Panglima TNI.
“Selanjutnya dalam menyikapi perkembangan kejadian terakhir di
Paris Perancis, agar dilakukan koordinasi dan patroli secara bersama-sama
didaerah-daerah yang diperlukan serta diadakan pengamatan dan segera dilaporkan
secara cepat, sehingga TNI dan Polri dapat mewujudkn rasa aman kepada seluruh
masyarakat dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan”, tandas
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.puspen/linda.



