Panglima TNI : Prajurit TNI Melanggar, Laporkan Segera kepada Polisi Militer
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/01/panglima-tni-prajurit-tni-melanggar.html
Jakarta (satunusantara) TNI adalah milik
masyarakat, dan TNI ada untuk masyarakat. Kepada masyarakat Indonesia apabila
ada Prajurit TNI yang melakukan pelanggaran atau tindakan tidak sepatutnya,
jangan ragu laporkan segera kepada Polisi Militer terdekat atau laporkan kepada
Polri, nanti Polri akan berkoordinasi dengan pihak Polisi Militer. Prajurit TNI
adalah orang-orang yang terpilih, terutama psikologinya yang memiliki jiwa
petualang. Tetapi jiwa petualang ini apabila tidak dididik atau di atur dengan
disiplin ketat, maka mereka akan berinovasi ke hal-hal tidak benar. Demikian
ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Gelar Operasi
Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi
Polisi Militer (POM) TNI Tahun 2016, dilapangan Silang Monas Jakarta
Pusat.
“Upaya penegakan hukum dan disiplin prajurit menempati posisi yang
sangat penting dan memberi dampak positif sebagai keteguhan sikap serta
perilaku prajurit TNI. Hal tersebut harus dilandasi dengan ketiga tekad, yaitu
patuh kepada hukum dan disiplin prajurit; memerangi penyalahgunaan narkoba bagi
prajurit; dan meniadakan segala bentuk pelanggaran prajurit,” ujar Jenderal TNI
Gatot Nurmantyo.
Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo juga berharap kerja sama dari masyarakat untuk membantu melaporkan.
TNI akan melindungi pelapor, sesuai tema HUT TNI “Bersama Rakyat TNI Kuat,
Hebat dan Profesional”. Dengan disiplin inilah semua bisa terlaksana dengan
baik, jangan segan-segan untuk melapor apabila ada penyimpangan dari prajurit
TNI. “Saya yakin, dengan cepat akan
dapat kita proses dan ditindak dengan tegas. Dalam hal tindakan pidana, saya
tekankan tidak ada kata damai,” tuturnya.
Terkait masalah kasus Narkoba, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
mengatakan bahwa, TNI tidak mengenal Rehabilitasi. Dalam arti kata, Komandan
Satuan saya perintahkan untuk memberikan hukuman tambahan kepada anggota yang
terlibat dalam kasus Narkoba, yaitu pemecatan. Rehabilitasi tidak dapat
memulihkan secara cepat, dan TNI harus segera melaksanakan tugas. “Prajurit TNI
di latih untuk bisa membunuh dan dipersenjatai, apabila dia menggunakan Narkoba
tentu ini sangat berbahaya sekali. Tidak ada tawar menawar lagi apabila ada prajurit
TNI terlibat dalam pengguna dan peredaran Narkoba untuk di pecat,” tegasnya.
Dalam Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi POM TNI tahun 2016, Panglima TNI Jenderal TNI
Gatot Nurmantyomenyampaikan penekanan untuk dipedomani, yaitu : Pertama,
tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam
pelaksanaan tugas. Kedua, patuhi aturan hukum yang berlaku dan segala bentuk
perintah kedinasan. Ketiga, hindari dan jangan lakukan pelanggaran sekecil
apapun. Keempat, hargai segala upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum
di lapangan. Kelima, para Komandan Satuan agar memberikan dukungan penuh, demi
suksesnya penyelenggaraan Operasi Gaktib dan Yustisi ini. Keenam, pelihara dan
tingkatkan harmonisasi dengan rakyat agar bersama rakyat TNI kuat, hebat,
profesional dan siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan
berkepribadian.
Panglima TNI juga menyampaikan kepada seluruh petugas Polisi
Militer TNI dan jajaran harus memiliki kesamaan persepsi di dalam melaksanakan
tugas operasi ini dan minimal harus memiliki tiga kapasitas yaitu: Pertama,
pedomani kebijakan pimpinan TNI dalam setiap perumusan program, kegiatan dan
pelaksanaan tugas. Kedua, ciptakan metode pembinaan penegakan hukum, disiplin
dan tata tertib, baik dengan sesama Polisi Militer Angkatan maupun Dengan
Lembaga Penegak Hukum lainnya untuk menghindari kesalahpahaman dan jangan
bersikap arogan di lapangan.Ketiga, tingkatkan profesionalisme prajurit Polisi
Militer TNI, khususnya penguasaan,
pemahaman dan penghayatan aturan hukum yang merupakan substansi penting dalam
upaya penegakan hukum di lingkungan TNI.
Pasukan yang terlibat dalam upacara tersebut terdiri dari anggota
Polisi Militer dan Provost satuan masing-masing angkatan sebanyak 1.244 orang
yang tergabung dalam 5 Satuan Setingkat Batalyon (SSY) dengan masing-masing SSY
terdiri dari 4 Satuan setingkat Kompi (SSK), dengan komposisi sebagai berikut 1
Kompi POM Gabungan Pamen dan Pama, SSY 1
Pomad (terdiri dari 1 SSK Pomdam Jaya, 2
SSK Yonpom Puspomad, 1 SST Pomdiv-1 Kostrad, 1 SST Paspampres); SSY 2 Pomal
& Pomau (terdiri dari 2 SSK
Puspomau, 1 SSK Pom Marinir, 1 SSK Puspomal);
SSY 3 (terdiri dari 1 SST
Kopassus, 3 SST Kostrad, 1 SSK Marinir, 1 SSK Pelaut); SSY 4
(terdiri dari 1 SSK Paskhas, 1 SSK Kamhanlan, 2 SSK Brimob) dan SSY 5 (terdiri dari 1 SSK Provost Gabungan, 1
SSK Lantas Polri, 2 SSK Satpol PP) dengan kendaraan meliputi 30 unit Kendaraan
Pengawalan (Ranwal) roda empat, 6 unit Kendaraan Tahanan, dan 40 unit Kendaraan
Pengawalan (Ranwal) roda dua.
Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi
POM TNI tahun 2016, dengan sandi “Waspada Wira Dharma 2016” dan Operasi Yustisi dengan sandi “Citra Wira Dharma 2016” mengambil tema “Melalui Operasi Gaktib dan Yustisi TA. 2016,
Polisi Militer TNI Bertekad Meningkatkan Disiplin, Loyalitas, Moralitas dan
Kepatuhan Hukum Prajurit Guna Mewujudkan TNI yang Kuat, Hebat, Profesional dan
Dicintai Rakyat”.puspen/linda.






