Kepala Staf Umum TNI Buka Rakor Komlek TNI
https://satunusantaranews.blogspot.com/2016/01/kepala-staf-umum-tni-buka-rakor-komlek.html
Jakarta (satunusantara) Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr.
Didit Herdiawan M.P.A., M.B.A membuka Rapat Koordinasi Komunikasi dan
Elektronika (Rakor Komlek) TNI tahun 2016, bertempat di Aula Gatot
Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.
Rakor Komlek TNI bertujuan untuk menyampaikan evaluasi program
kerja Komlek TNI secara Trimatra terpadu,sehingga hasilnya akan saling
melengkapi dengan melihat permasalahan dan solusi penyelesaiannya serta untuk
menyampaikan berbagai informasi dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh
Pimpinan TNI untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Komlek TNI.
Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan dalam amanatnya
mengatakan, pemilihan tema yang diangkat dalam Rakor kali
ini tentu dengan berbagai pertimbangan yang matang. Selain sebagai penjabaran
dari tema Rapim TNI tahun 2015 dan tindak lanjut kebijakan Panglima TNI bidang
komlek, antara lain pemenuhan terhadap sarana dan prasarana Komlek dan
penginderaan khususnya di wilayah perbatasan dan pulau terluar yang diimbangi
dengan melaksanakan penataan alat peralatan komunikasi dan elektronika dengan
pendekatan interoperabilitas, perlunya melaksanakan modernisasi alat peralatan
komunikasi dan elektronika yang mengutamakan produksi dalam negeri secara bertahap
dan konsisten dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas yang
diemban TNI.
“Saya harapkan tema tersebut dapat memacu semangat seluruh
peserta Rakor Komlek, sehingga dapat berpartisipasi secara aktif dan
memberikan kontribusi yang positif bagi pelaksanaan Rakor guna menghasilkan
keputusan yang konstruktif dalam pembangunan Komlek TNI,” ujar Kasum TNI.
Lebih lanjut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan mengatakan bahwa, perkembangan
teknologi elektronika memberi dampak pesatnya perkembangan teknologi
informatika dan komunikasi yang pada gilirannya berpengaruh pada teknologi
militer yang meliputi teknologi persenjataan, teknologi informasi dan
komunikasi serta sarana mobilitas, sebagai peralatan untuk melaksanakan
peperangan dimana perkembangan teknologi mendorong perubahan doktrin
peperangan, dari perang konvensional menjadi perang modern/perang
asimetris.
“Dalam suatu operasi TNI diperlukan interoperability Komlek
untuk terlaksananya komunikasi antara simpul-simpul yang dikehendaki dari
satuan jajaran TNI guna mewujudkan sebuah sistem Komando dan Pengendalian
(Siskodal) yang handal karena memiliki peranan yang sangat penting bagi
organisasi TNI, sebab keberadaannya menjadi sarana pokok bagi Pimpinan TNI di
dalam menyampaikan perintah kepada staf atau sebaliknya untuk menerima
informasi guna pengambilan keputusan,” tegas Kasum TNI.
“Saya menyadari dan memahami bahwa Komlek mengambil peran
penting dalam setiap pelaksanaan operasi dan latihan serta tugas-tugas lain
yang diemban TNI. Keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai oleh
seluruh jajaran Komlek TNI dalam mendukung pencapaian tugas-tugas TNI agar
terus ditingkatkan dan senantiasa mencari terobosan-terobosan untuk
mengoptimalkan serta mengatasi kendala yang ada dalam penyelenggaraan dukungan
Komlek TNI,” kata Kasum TNI.
Dalam kesempatan tersebut Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit
Herdiawan menyampaikan beberapa penekanan untuk dipedomani dan sebagai acuan
dalam pelaksanaan tugas jajaran Komlek TNI, yaitu : Pertama, tingkatkan profesionalisme
komunitas Komlek TNI dengan cara berlatih serta selalu belajar dan membuka diri
terhadap kemajuan teknologi yang berkembang pesat saat ini. Kedua, hilangkan ego sektoral
yang dapat mengganggu terselenggaranya interoperabilitas Komlek TNI dalam pelaksanaan
tugas. Ketiga, laksanakan
koordinasi yang intensif antar seluruh pemangku kepentingan Komlek TNI guna
mewujudkan kesepahaman dalam menentukan solusi terhadap masalah yang dihadapi. Keempat, kegiatan pengadaan
barang dan jasa harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel sesuai
ketentuan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan guna mendapatkan
barang / peralatan komlek yang benar-benar bermanfaat.
Rakor Komlek TNI tahun 2016 yang mengangkat tema “Dengan Dilandasi Moral, Disiplin Dan
Loyalitas, Jajaran Komlek TNI Siap Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat Dan
Profesional Melalui Interoperability Komlek” diikuti
oleh 89 personel terdiri dari 3 personel Kemhan, 30 personel Mabes
TNI, 22 personel TNI AD, 13 personel TNI AL dan
16personel TNI AU serta 5 orang Peninjau.puspen/linda.



